

Dr Entis Sutisna, SE, MM (FOTO: Priyadi/Cepos)
JAYAPURA – PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) terus meningkatkan pelayanan dari sisi infrastruktur, akan tetapi masih terkendala biaya , yang mana piutangnya mencapai Rp 31,6 miliar.
Direktur Utama PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) Entis Sutisna menjelaskan, berdasarkan data selama 4 tahun terakhir yakni tahun 2019 sampai dengan semester satu tahun 2023, tercatat piutang pelanggan sekitar Rp 31,6 miliar.
Lanjutnya, piutang tersebut terbagi, rumah tangga itu 84% kemudian niaga 9% dan 7% itu instasi pemerintah, TNI dan sosial. “Piutang rumah tangga yang paling besar hingga 84 Persen dan kami saat ini sudah melakukan penertiban yaitu setiap dua bulan menunggak langsung meterannya kami putus, ” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (19/9) kemarin.
Lanjutnya, tunggakan yang cukup besar artinya tingkat kesadaran pelanggan masih kurang untuk membayar kewajibannya. Sementara jumlah sambungan rumah sekitar 37.612 pelanggan, tapi yang datang membayar hanya 47% dari 37.612 pelanggan.
“Jadi ada 53% pelanggan yang masih menunggak atau tidak mau membayar. Ini yang menjadi dilema juga bagi kami. Saat ini kami sedang menggalakkan pemutusan, kita tidak toleransi lagi jadi masyarakat yang umur piutangnya 2 bulan sudah langsung diputus, ” tandasya. (ana/ary)
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…