

Suasana konferensi pers yang dilakukan OJK Papua dan Papua Barat, Jumat (15/9) lalu. (FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – OJK Papua dan Papua Barat, akui selama Januari sampai Juli 2023, pihaknya telah menerima 775 permintaan layanan termasuk 76 pengaduan.
Kepala OJK Papua dan Papua Barat Muhammad Ikhsan Hutahaean menjelaskan, sejak awal Januari hingga Juli 2023, OJK Papua dan Papua Barat telah menerima 775 permintaan layanan, termasuk 76 pengaduan, 100 pemberian informasi dan 599 pertanyaan.
“Sedangkan pemberian layanan informasi debitur (Ideb) kepada masyarakat sebanyak 2.183 layanan yang terdiri 1.862 layanan online dan 321 layanan offline/onsite, ” katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (18/9) kemarin.
Diakuinya, Kinerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Papua melalui program Kredit Program Percepatan Akses Keuangan Daerah (Kredit Papeda) juga menunjukkan pertumbuhan.
“Hingga Juli 2023 jumlah debitur kredit papeda mencapai 306 debitur meningkat dari jumlah debitur posisi Juni 2023 sebanyak 295 debitur. Adapun total penyaluran kredit yang diberikan sebesar Rp2,2 miliar dengan baki debet posisi 31 Juli 2023 sebesar Rp935,6 juta, “tandasnya. (ana/ary)
Ia juga dikaitkan dengan blackout disejumlah provinsi di Indonesia. Sontak publik ikut dibuat kaget karena…
Menurut Prabowo, seluruh pejabat negara pada hakikatnya adalah pelayan rakyat. Karena itu, mereka tidak boleh…
Anggota DPR Papua jalur Pengangkatan Otonomi Khusus (Otsus) Daerah Pengangkatan Kabupaten Biak Numfor, Musa Sombuk,…
Dalam persidangan perkara Nomor 9/G/LH/2026/PTUN Jayapura ini, tim kuasa hukum masyarakat adat menghadirkan tiga orang…
Dialah Mama Emma Awinero-Tjoe. Di atas bangku panjang kayu yang menjadi saksi bisu jejak pengabdiannya,…
Ia memerintahkan seluruh Gubernur, Bupati, Camat, Hingga Kepala Desa untuk memeriksa seluruh dapur Satuan Pelayanan…