Categories: EKONOMI BISNIS

Penuhi Permintaan Pasar, Disperindagkop Papua Gelar Pelatihan

JAYAPURA – Diserindakop Provinsi Papua, menggelar pelatihan Peningkatan, Produktivitas, Nila Tambah, Akses Pasar, Akses Pembiayaan, Penguatan, Kelembagaan, Penataan Manajemen, Standarisasi dan Restrukturisasi Usaha, bagi Koperasi di Papua.

Kepala Dinas Perindagkop Provinsi Papua, Omah Laduani Ladamay menjelaskan, guna mengikuti perkembangan teknologi telah mengubah kondisi persaingan di masa sekarang,  dengan hadirnya teknologi banyak industri baru yang muncul dan memberikan pengaruh besar pada dunia.

Lanjutnya, perubahan tersebut kemudian menciptakan disrupsi dalam dunia industri yang spesifik di berbagai sektor. Disrupsi digital dan teknologi adalah 1 efek yang mengubah hal-hal mendasar,  mengenai pandangan serta perilaku masyarakat terhadap pasar, industri budaya dan berbagai proses di dalamnya.

“Oleh sebab itu perlu dilakukan kegiatan sosialisasi kepada pengurus koperasi petugas penyuluh koperasi lembaga pemuda milenial, pejabat fungsional pengawas koperasi, sosialisasi tentang usaha koperasi yang dapat memenuhi permintaan pasar sesuai standarisasi dan menggunakan teknologi yang ada sehingga dapat melakukan transformasi koperasi modern,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (14/12) kemarin.

Lanjutnya, dampak dari inovasi tersebut adalah menciptakan Pasar Baru mengganggu eksistensi pasar yang sudah ada dan pada akhirnya menggantikan berbagai hal terdahulu dengan sistem yang lebih sempurna.

“Disrupsi teknologi digital di bidang realitas k kemunculan toko online dan platform e-commerce industri ritel diketahui harus merumuskan ulang strategi mereka agar tetap bisa bertahan dan mendapat pelanggan mereka kembali,”Terangnya.

Lanjutnya, aktivitas perdagangan digital selama Covid-19 sangat pesat sekali perkembangannya melalui platform yang tersedia di marketplace digital.

“Para pelaku UMKM dan koperasi membanjiri marketplace dengan produk-produk dalam negeri khususnya produk-produk koperasi dan UMKM untuk itu produk yang dihasilkan harus semakin berkualitas dan semakin kompetitif,”Terangnya.

Menurutnya, koperasi dan UMKM digencarkan oleh pemerintah guna menjadi solusi untuk menghadapi disrupsi teknologi destruksi pandemi dan disrupsi demografi yang terjadi.

“Dampak disrupsi teknologi digital bagi usaha-usaha yang timbul karena adanya disrupsi digital dan teknologi ini baik dari sisi kehidupan bermasyarakat ataupun dalam dunia industri,”Pungkasnya. (ana/gin)

newsportal

Recent Posts

Statistik Berpihak ke Spanyol

Laga puncak ini mempertemukan dua tim dengan karakter berbeda. La Furia Roja -julukan Spanyol tampil…

19 hours ago

Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga

Meski sama-sama gagal melangkah ke final, duel ini diprediksi tetap berlangsung sengit. Prancis ingin menutup…

2 days ago

Wamendagri Ribka Haluk Ingatkan Papua Selatan Hindari Silpa Dana Otsus

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar mengoptimalkan penggunaan…

2 days ago

Dinilai Tidak Transparan, Ajak Masyarakat Papua Bergerak

  Aksi ini dilakukan pasca-sidang lanjutan gugatan terhadap Bupati Merauke terkait rencana pembangunan jalan akses…

2 days ago

Tinjau Wilayah Operasi di Papua, Astamaops Kapolri  Tekankan Pendekatan Humanis

Sejumlah pejabat teras Polri turut mendampingi Fadil, di antaranya Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.…

2 days ago

KPK dan Kejati Papua Perkuat Sinergi Cegah Korupsi

   Menurut Setyo, pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama karena dinilai lebih efektif dalam membangun tata…

2 days ago