Categories: EKONOMI BISNIS

Penumpang Siwijaya Air Turun 10 Persen, Garuda Stabil

Pesawat Sriwijaya Air di Bandara Sentani, belum lama ini. Momen lebaran tahun ini, penumpang Sriwijaya Air turun 10 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu. ( FOTO : Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Tingginya harga tiket pesawat berdampak pada jumlah penumpang. Seperti yang dialami Sriwijaya Air dimana jumlah penumpang  turun 10 persen khusus pada arus mudik dan arus balik selama Lebaran di tahun 2019 jika dibandingkan dengan tahun lalu.

 District Manager Sriwijaya Air Group Cabang Jayapura, Faisal Rahman mengatakan, tingkat isian pesawat selama 27 Mei – 12 Juni di angka 81 persen, dengan total penumpang sebanyak 7.500 orang yang berangkat menggunakan pesawat Sriwijaya dari Jayapura ke Jakarta, Makasar dan Surabaya.

“Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 10 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan jumlah penumpang bisa saja disebabkan oleh harga tiket yang dinilai masih cukup tinggi dan sebagian penumpang lebih memilih menggunakan angkutan laut atau jasa penerbangan lain,”ungkap Faisal kepada Cenderawasih Pos, Jumat (14/6).

 Diakuinya,  meski ada penurunan di sisi tingkat isian pesawat akan tetapi secara service pihaknya akui ada peningkatan karena OTP (On Time Performance) mereka mengalami kenaikan sampai dengan 91 persen karena dari sisi trafik pihaknya tidak terlalu maksimal, maka pihaknya lebih mengoptimalkan pada sisi keberangkatan setiap flight.

 Sementara itu Sales & Service Garuda Indonesia, Radhitya Prastanika mengatakan, pihaknya selama peak season Lebaran baik arus keluar dan arus balik sama-sama tidak mengalami kendala, malah tingkat isian pesawat masih diangka 90 persen sama halnya dengan tahun lalu.

 “Peak season kami terjadi dari 27 Mei – 12 Juni lalu, relatif tingkat isian kami sama baik yang arus mudik maupun arus balik. Rute yang paling dominan masih sama yakni Jayapura- Jakarta, Jayapura- Makasar dan Jayapura – Surabaya,” terangnya.

Menurutnya, kondisi tarif tidak menjadi kendala karena tarif saat ini juga telah disesuaikan, namun kembali lagi pada kebutuhan konsumen mau menggunakan alternatif yang mana. (ana/ary) 

newsportal

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

15 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

17 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

18 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

19 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

20 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

21 hours ago