

Aktivitas penjualan komoditi pertanian di Pasar Central Hamadi, Jumat (11/11) kemarin.(FOTO: Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Koordinator Fungsi Neraca Wilaya dan Analisis Statistik BPS Provinsi Papua Priyo Yudyatmoko menjelaskan, terkait dengan kenaikan inflasi yang sampai triwulan III diangka 6 persen.
“Kenaikan harga konsumen menjadi salah satu faktor penyumbang inflasi yang terjadi pada triwulan 3 jika hal ini terus dibiarkan tanpa menjaga kestabilan harga itu akan berdampak tidak baik terhadap masyarakat dan juga terhadap pertumbuhan ekonomi,”Katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (11/11) kemarin.
Diakuinya, tidak hanya menjaga harga, tetapi sektor-sektor unggulan juga harus sudah mulai galih khususnya yang berpotensi penyebab tingginya Inflasi, hal ini dilakukan agar dapat mengontrol inflasi.
“Harga konsumen kita memang masih relatif tinggi, bahkan menghadapi resesi ekonomi pada 2023, kami mencatat dari apa yang sudah terjadi, di tahun 2023 ada kemungkinan kenaikan harga pangan, energi dari dampak global yang akan berpengaruh kepada provinsi Papua,” terangnya.
Lanjutnya, dengan menyikapi kondisi tersebut harapkan ketersediaan pangan harus benar-benar dipastikan aman, agar tidak melambung harga-harganya nanti.
“Apalagi sekarang BBM sudah naik ya naik otomatis, nanti juga akan berpengaruh ke garis kemiskinan, dimana garis kemiskinan juga akan semakin naik. (ana/gin)
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…