

Suasana area peti kemas di Pelabuhan Jayapura. (foto:Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Pelabuhan Indonesia Cabang Jayapura mengakui semakin banyak pengiriman ke luar maka semakin baik dampaknya
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Cabang Jayapura, I Nengah Suryana Jendra mengatakan, selama ini di Pelabuhan Jayapura memang kekurangan muatan balik.
‘’Kami selalu mengirim kontainer kosong yang lebih banyak, sehingga dengan adanya muatan balik ini akan semakin baik untuk operasional di Pelabuhan Jayapura, ” katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (6/5) kemarin.
Diakuinya, dengan adanya muatan balik, tentunya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Jayapura semakin ramai.
“Apalagi fasilitas di Pelabuhan Jayapura sudah kita siapkan sebaik mungkin. Tinggal komoditinya saja yang kita galakkan, karena dari sisi fasilitas kita sudah lengkap dan peralatan juga sudah canggih semua, sekarang tinggal kita bangkitkan kargo, ” jelasnya lagi.
Menurutnya, ada pelabuhan jika tidak ada kargo, pastinya sepi juga pelabuhan. Untuk lengkapnya ada pelabuhan, ada kargo dan ada kapal sehinga aktivitas di pelabuhan semakin lancar.
Menyikapi harapan Pemrov Papua terkait dengan pengiriman kargo langsung dari Jayapura, Perindo akui Jayapura bisa menjadi pintu untuk pengiriman ekspor.
‘’Dari segi fasilitas infrastruktur sudah memadahi, hanya saat ini yang menjadi kendala ada masih minimnya komoditas atau muatan yang mau diekspor,’’ungkapnya.
Lanjutnya, jika jumlah muatan banyak, secara otomatis pengiriman ekspor tidak perlu lagi ke Surabaya tetapi langsung dari Jayapura. Dengan menambahkan jumlah angkutan, Pemprov Papua bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah lainnya, seperti Sorong, Manokwari, Biak dan sebagainya untuk menampung kargonya di Jayapura dan kemudian akan dikirim langsung dari Jayapura. Dengan demikian pengiriman ekspor dari Jayapura maupun daerah lain di Papua dan Papua Barat, termasuk provinsi baru bisa dilakukan dari Pelabuhan Jayapura. (ana/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…