Categories: EKONOMI BISNIS

Lonjakan Ekspor Papua Didominasi Produk Kayu, Capai US$15,4 Juta

JAYAPURA– Kepala BPS Papua, Adriana Helena Carolina, menjelaskan bahwa nilai ekspor Papua pada Oktober 2025 mencapai US$15.430,59 ribu, naik 165,53 persen dibanding September 2025 yang tercatat US$5.811,22 ribu.

Ia menerangkan, ekspor Papua pada bulan tersebut terdiri dari komoditas migas dan nonmigas. Ekspor migas bernilai US$0,46 ribu, sementara ekspor nonmigas mencapai US$15.430,13 ribu.

Komoditas nonmigas didominasi oleh kayu dan barang dari kayu (HS44) senilai US$14.689,66 ribu, diikuti ikan, krustasea, dan moluska (HS03) senilai US$147,92 ribu, serta komoditas nonmigas lainnya sebesar US$592,54 ribu.

“Empat negara tujuan ekspor terbesar Papua adalah Amerika Serikat dengan nilai US$8.658,63 ribu (56,11%), Australia US$5.557,98 ribu (36,02%), Selandia Baru US$649,07 ribu (4,21%), dan Papua Nugini US$435,86 ribu (2,82%),” ujarnya, Senin (1/12).

Secara kumulatif, total ekspor Papua pada Januari–Oktober 2025 mencapai US$80.517,69 ribu, meningkat 26,51 persen dibanding periode yang sama pada 2024 sebesar US$63.647,62 ribu.

Pada Oktober 2025, ekspor tetap didominasi komoditas kayu (HS44), diikuti komoditas ikan dan hasil laut (HS03), nonmigas lainnya, serta migas. Secara kumulatif, ekspor bijih besi dan konsentrat (HS26) turun 100 persen, HS03 turun 76,32 persen, dan nonmigas lainnya turun 37,71 persen. Sebaliknya, ekspor kayu (HS44) naik 34,88 persen, dan migas (HS27) melonjak 689,76 persen.

Ekspor keenam negara utama pada Oktober 2025 tercatat US$6.642,91 ribu, naik 20,32 persen dibanding September 2025. Amerika Serikat menjadi tujuan terbesar dengan pangsa 56,11 persen dari total ekspor.

Sementara itu, ekspor ke enam negara utama secara kumulatif Januari–Oktober 2025 tercatat US$49.676,69 ribu, turun 1,43 persen dibanding periode yang sama 2024. Namun ekspor ke negara lainnya tumbuh signifikan, naik 132,72 persen dibanding 2024.

Adriana menjelaskan, ekspor Papua dikirim melalui pelabuhan dan bandara di wilayah Papua maupun luar Papua.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tak Ada Budidaya, Populasi Udang Selingkuh Semakin Berkurang

Udang Selingkuh Wamena adalah lobster air tawar endemis Papua yang secara ilmiah termasuk dalam Cherax…

8 hours ago

Banyak Masyarakat NTT Berkontribusi di Papua Selatan

Dialog tersebut mengusung tema "Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial. Wagub Paskalis mengemukakan banyak masyarakat…

9 hours ago

Medical Klinik Pertama Milik OAP Kini Hadir di Merauke

Medical Klinik pertama milik orang asli Papua kini hadir di Merauke seiring dengan peresmian dan…

10 hours ago

Sempat Ditungggu Habiskan Makan, Satu Anggota KKB Intan Jaya Dibekuk

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap seorang pemuda berinisial EK (18) di Kampung Bilogai,…

11 hours ago

Perkembangan Teknologi dan Sistem Transportasi Tak Bisa Dibendung

Ramainya perbincangan warganet di media sosial terkait rencana kehadiran Bajaj di Papua mendapat tanggapan dari…

12 hours ago

DPRP Papeg Minta Maaf Tidak Turun Langsung Ke Masyarakat Dalam Situasi Konflik

Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan meminta maaf kepada keluarga korban dan korban terdampak…

13 hours ago