

Ilustrasi petugas money changer tengah menghitung mata uang dolar AS. (Dok. JawaPos.com)
JAYAPURA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua mencatat sebanyak 90 pengaduan terkait pinjaman online (pinjol) ilegal sepanjang Januari–November 2025. Data ini menunjukkan masih tingginya tingkat kerentanan masyarakat terhadap tawaran pinjaman cepat tanpa izin resmi.
Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Papua, Viktorinus Donny Vika Permana mengatakan, tren tersebut perlu menjadi perhatian serius karena banyak masyarakat, khususnya generasi muda, belum memahami perbedaan antara pinjol legal dan ilegal.
“Sebagian besar korban mengaku tergiur karena kemudahan memperoleh dana. Namun, setelah meminjam, mereka justru terjebak bunga tinggi serta intimidasi dari oknum penagih yang tidak terdaftar sebagai lembaga keuangan resmi,” ungkapnya saat memberikan materi dalam kegiatan media gathering bersama insan pers Jayapura di Aston Hotel, Kota Sorong, Rabu (3/12).
Donny mengakui, untuk menekan kasus serupa, OJK Papua memperkuat edukasi kepada masyarakat dan telah membentuk Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal guna menindak setiap praktik keuangan yang melanggar hukum di Papua.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh tawaran dana cepat dari entitas tanpa legalitas. Ia juga mendorong lembaga keuangan resmi, termasuk perbankan, untuk meningkatkan akses layanan sehingga masyarakat memiliki pilihan yang aman dalam memenuhi kebutuhan finansialnya.
Donny menegaskan komitmennya memperluas literasi keuangan digital, terutama di wilayah dengan penetrasi ponsel tinggi namun masih minim pemahaman mengenai risiko pinjaman online ilegal.(dil/fia)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…