

Suasana rapat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, yang dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Senin (4/12) kemarin. (foto:Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Tommy Andreas mengatakan, terbentuknya provinsi-provisi baru mempengaruhi perekonomian di Papua dan sinergi merupakan kata kunci agar perekonomian tetap kuat dan seimbang berkelanjutan.
‘’Pertemuan tahunan Bank Indonesia ini adalah penyampaian laporan perekonomian Provinsi Papua yang mencakup 4 wilayah yaitu Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan,’’ujarnya kepada Cenderawasih Pos, pada sela-sela pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Senin (4/12) kemarin.
Diakuinya, ke 4 provinsi baru ini memiliki peran sentral. Tidak hanya perekonomian di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua tetapi juga nasional. Ekonomi Papua memberikan kontribusi sekitar 15 persen pada perekonomian Sulampua, peringkat ke-3 setelah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. “Secara nasional ekonomi Papua berada pada peringkat ke 15 dan berkontribusi sebesar 1,5 persen, ” ujarnya.
Ditambahkan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, seimbang, berkelanjutan dan inklusif diperlukan 2 prasarana utama yaitu inflasi yang rendah atau stabil dan struktur perekonomian yang kuat. (ana/ary)
Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…
Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…
Wakil Komandan Kodaeral XI, Laksma TNI Wawan T. Atmaja, turut mendampingi meninjau langsung lahan ketahanan…
Ketua Pelaksana Harian KPA Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan penanganan HIV tidak bisa hanya dilakukan…
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya memastikan akan mempersiapkan mobilisasi massa kembali. Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom…
Kegiatan budaya tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama sejumlah pejabat…