

Galeri 24 Jayapura, Senin (3/6) kemarin. Adanya kasus pemalsuan logo PT.Antam tak mempengaruhi penjualan Emas Antam. Hingga saat ini permintaan Emas Antam tetap tinggi. (FOTO:Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Adanya kasus pemalsuan logo PT. Antam pada logam mulia, nampaknya tidak mempengaruhi transaksi dan investasi emas di Pegadaian. Hal tersebut disampaikan Kepala Galeri 24 Jayapura, Mario Salatapy bahwa sampai dengan saat ini pembelian Emas Antam di Pegadaian khususnya Galeri 24 masih berlangsung seperti biasa.
“Malah harga emas terus naik, kali ini untuk Emas Antam Rp 1.370.000/gram, membuat minat konsumen semakin tertarik membeli emas untuk investasi perhiasan maupun logam mulia,”ujarnya kepala Cenderawasih Pos, Senin (3/6) kemarin.
Diakuinya, penjualan emas Antam di Galeri 24 masih tetap diminati, bahkan transaksi besar seperti 250 gram ke atas hingga 1 kg juga tetap ada permintaan.
“Minat masyarakat masih cukup tinggi dan kita pastikan Emas Antam yang kita jual merupakan produksi Antam, bukan produksi swasta dan menggunakan label Antam, ” jelasnya.
Ditambahkan, harga emas terus alami peningkatan, sehingga antusias masyarakat untuk berinvestasi emas cukup tinggi, baik yang beli maupun jual kembali. (ana/ary)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…
Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…