

Theo Hesegem
JAYAPURA – Konflik di Kabupaten Yahukimo yang tidak berakhir, mulai dari kontak tembak antara TNI-Polri dan kelompok bersenjata, kasus penikaman dan dugaan kekerasan seksual terhadap dua ibu rumah tangga, hingga terakhir kasus pembantaian yang dilakukan kelompok TPNPB-OPM terhadap pendulang emas, warga non Papua di Kali I, Desa Mosomduba, di Distrik Seredala.
Atas peristiwa itu, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela Ham) Theo Hesegem menyebut, masyarakat sipil orang asli Yahukimo dan warga non Papua di Kabupaten Yahukimo diselimuti rasa takut dan trauma yang panjang.
“Saya prihatin terjadinya krisis kemanusiaan di Kabupaten Yahukimo. Padahal, tak seorang pun memiliki hak mencabut nyawa manusia. Kita harus hidup saling mengasihi satu sama yang lain tanpa menghilangkan nyawa orang yang merupakan sebagai karya ciptaan Tuhan yang sangat mulia,” ucap Theo kepada Cenderawasih Pos, Minggu (28/10).
Menurut Theo, rentetan beragam peristiwa yang terjadi di Kabupaten Yahukimo merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan tindakan keji. Sedangkan mereka juga punya hak hidup yang perlu dijunjung tinggi, serta menghormati tanpa mengurangi.
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…