

Para pekerja tengah melakukan pengerjaan jalan di salah satu jembatan di SP7 pekan lalu. Sepanjang jalan mulai Kaptiau sampai Kabupaten Sarmi banyak ruas jalan yang harus diperbaiki. (WENNY FIRMANSYAH/CENDERAWASIH POS )
JAYAPURA– Kondisi jalan dari Kampung Sawesuma Kabupaten Jayapura menuju Kampung Kaptiau, Kabupaten Sarmi saat ini rusak berat. Kondisi jalan semakin rusak dikarenakan adanya adanya pembangunan BTN di daerah Sawesuma dimana banyak truk-truk besar membawa membawa material bahan bangunan sehingga memperparah kondisi jalan.
“Ruas jalan ini ada di perbatasan Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Sarmi, saya kemarin kesana dan menyaksikan langsung bahwa kondisi jalannya memang cukup parah. Tidak nyaman melintas di lokasi ini,” kata Ketua Kelompok Khusus DPR Papua, Jhon Gobay, Rabu (30/8).
Iapun meminta pemerintah agar dapat memperbaiki jalan tersebut. Jika itu jalan provinsi maka Dinas PU Provinsi yang perlu turun tangan, namun jika menjadi bagian jalan nasional maka Kementerian PUPR yang perlu diingatkan.
“Ini agar daerah Kaptiau dapat berkembang mengingat daerah ini mempunyai potensi perikanan yang bagus. Distrik Bonggo dan Bonggo Timur mempunyai potensi perikanan, peternakan sapi, hasil hutan seperti kayu dan binatang buruan serta pertanian. Saya berharap ini bisa segera direspon, jangan seperti yang dulu, Kemiri – Depapre yang menunggu bertahun – tahun,” singgungnya.
Jhon juga menangkap aspirasi bahwa masyarakat mengeluhkan persoalan transportasi dan pasar mengingat dari Bonggo ke Sarmi harus ditempuh dengan jarak kurang lebih 140 Km, begitu juga jika harus ke Jayapura. “Bayangkan saja jika hasil pasar hanya tertahan di kampung karena tidak bisa dijual ke luar akibat jarak yang sangat jauh,” tutupnya.
Sementara untuk potensi di Distrik Bonggo dan Bonggo Timur Kabupaten Sarmi juga dikatakan cukup menjanjikan dimana ada potensi perikanan, peternakan sapi maupun hutan mangrove. Selain itu ada juga hasil hutan seperti kayu dan binatang buruan serta pertanian. Lalu hal menarik lainnya kata Jhon yang perlu dilihat pemerintah adalah perumahan. Ini karena dalam satu rumah dihuni oleh dua dan tiga keluarga.
“Banyak yang satu rumah tapi diisi dua keluarga dan ini tidak sehat,” tutupnya. (ade/wen)
Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…
Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…
Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…
Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…
Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…