Categories: BERITA UTAMA

Diduga Kesetrum, Seorang Pria Tewas di Shalter BTS Tower Telkom

Jenazah Obet Sapranim (32) saat dievakuasi, Senin (28/12) malam. ( foto: Humas Polresta Jayapura Kota for Cepos)

JAYAPURA-Warga Furia Kotaraja, Distrik Abepura, Senin (28/12) malam dihebohkan dengan Penemuan mayat laki-laki yang diketahui bernama Obet Sapranim (32). Jenazah tersebut ditemukam tergeletak di atap bangunan shalter BTS Tower Telkom di samping Masjid Al-Ahkam Furia Kotaraja Distrik Abepura.

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas melalui Kapolsek Abepura AKP Clief G. Philipus Duwith menerangkan, jenazah pertama kali ditemukan oleh saksi berusia 12 tahun  yang sedang bermain di sekitar lokasi tower. Saksi menemukan adanya sepasang sandal tepatnya di bawah tangga tower, namun saksi mengira itu sandal milik temannya. 

“karena penasaran, saksi naik ke tower untuk mencari temannya. Namun saksi mendapati ada orang yang terbaring di atas atap bangunan yang jaraknya kurang lebih 6 meter dari tower. Saksi mengira orang tersebut lagi mabuk,” ungkap Kapolsek Clief Duwith, Selasa (29/12).

Lanjut Kapolsek, melihat hal tersebut saksi langsung turun dari atas bagunan tower dan memberitahu dua rekan lainnya dan bersama-sama memastikan kondisi korban.

“Saat diperiksa, korban sudah meninggal dunia dan selanjutnya saksi memberitahu salah satu anggota Polri yang tinggal di daerah tersebut yang kemudian menghubungi Polsek Abepura,” ucapnya.

Kasus penuman mayat ini dalam penanganan dan penyelidikan Unit Reskrim Polsek Abepura yang diback up Satuan Reskrim Polresta Jayapura. 

 “Dari hasil olah TKP yang dilakukan, tubuh korban saat ditemukan dalam posisi terbaring sebelah kanan dengan kondisi kulit terkelupas atau hangus. Patah tulang bagian tangan sebalah kanan serta mulut dan hidung mengeluarkan darah,” terangnya.

 Dugaan sementara penyebab kematian korban dari hasil pengamatan di lapangan bahwa korban meninggal dunia karena tersengat listrik pada saat memanjat tiang tower BTS Telkom, sehingga korban terpental dan terjatuh di atas atap bagunan shelter tower yang jaraknya sekitar 6 meter dari tower. “Usai mengolah TKP, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara,” pungkasnya. (fia/bet/nat)

newsportal

Recent Posts

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

58 minutes ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

1 hour ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

2 hours ago

KNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara Ilegal

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…

3 hours ago

Program Pembangunan Papua Harus Terintegrasi

“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…

4 hours ago

Papua Dibagi Tiga Zona Pembangunan

“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…

5 hours ago