Categories: BERITA UTAMA

Saksi Sebut Pembagian Bansos Atas Disposisi Bupati

JAYAPURA– Sidang kasus Korupsi dana Bansos yang menjerat mantan Sekda Keerom, Trisiswanda Indra sedang bergulir di Pengadilan Negeri Jayapura. Senin (29/10) kemarin. Sidang perkara ini dipimpin Hakim Ketua, Lidya Winero, didampingi dua hakim anggota lainnya dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adapun saksi yang dihadirkan oleh JPU ini bernama Yakonias Patrik Arin. Yakonias sendiri mantan Ketua Tim Verifikasi dana Bansos tahun anggaran 2018. Sekaligus ketika itu dia menjabat sebagai Kasubag BKAD Kabupaten Keerom. Yakonias Patrik Arin menjelaskan  proses pencairan dana Bansos, Kabupaten Kerom untuk Tahun Anggaran 2018 sepenuhnya tanggungjawab bupati.

Terdakwa pada posisi ini hanya melaksanakan tugas yang diperintahkan pimpinan. Dimana ketika itu Trisiswanda menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan Pemda Keerom. Sehingga semua proses pencairan dana bansos melalui dia, akan tetapi itu bisa dilakukan atas printah bupati. “Semua proses permohonan Bansos tahun anggaran 2018 melalui Bupati, Terdakwa hanya mendispoisiskan printah pimpinan,” ujarnya saat memberikan keterangan.

Lebih lanjut dia jelaskan penyaluran  Bansos di Keerom ada dua kategori, meliputi bantuan tunai langsung dan bantuan modal usaha. Untuk bantuan modal usaha jika mengacu pada aturan, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bansos sayarat yang harus mereka penuhi salah satunya mengajukan proposal. Akan tetapi kenyataannya ada banyak yang ajukan secara langsung kepada bupati tanpa proposal.

“Kami hitung hanya beberapa yang pakai proposal sementara lainnya  tidak, yang tidak pakai proposal ini juga terima bantuan baik tunai maupun melalui fia transfer,” ungkapnya.

Sidang ini akan berlanjut jumat (1/11), dengan agenda pemeriksan saksi dari JPU. JPU dalam persidangan ini akan menghadirkan saksi lain sekitar 35 orang, ditambah saksi ahli.

Sementara itu Kuasa Hukum Terdakwa Trisiswanda, Marajohan Panggabean meminta kepada JPU untuk mengefektifkan saksi-saksi. Bilamana esensi dari seluruh saksi yang dihadirkan ini sama, maka bisa diwakilkan kecuali saksi ahli.

“Berharap saksi yang dihadirkan lebih selektif, guna mengefisiensi waktu sidang,” pinta Marajohan kepada JPU di ruang sidang. Pihaknyapun tidak akan menghadirkan banyak saksi dalam perkara tersebut. “Kami hanya hadirkan saksi ahli saja, itupun nanti setelah proses dari JPU semua sudah selesai, baru saksi ahli kita hadirkan” ujarnya usai sidang. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Wagub Tegur Kehadiran ASN Saat Apel Sangat Rendah

Dari total 7.813 ASN yang tercatat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, jumlah pegawai yang mengikuti…

58 minutes ago

Keuskupan Desak Dilakukan Investigasi

Otoritas gereja Katolik tersebut menyatakan menerima laporan mengenai lonjakan korban jiwa, pengungsian massal, kerusakan fasilitas…

2 hours ago

Hasil Nobar Pesta Babi Capai Rp517,9 Juta

Tim kolaborasi film menyatakan sejak awal seluruh dana tiket sukarela memang diperuntukkan bagi warga yang…

3 hours ago

Ironi, Remaja Zaman Sekarang Lebih Banyak Duduk daripada Bergerak

Gaya hidup sedentari merujuk pada pola hidup dengan sangat sedikit aktivitas fisik sepanjang hari. Kemajuan…

4 hours ago

Bukan Busur Jutaan Melainkan Berbahan Pipa Paralon

Plak. Anak panah menancap tepat di lingkaran sasaran. Di sisi lapangan, tepuk tangan langsung pecah.…

7 hours ago

Ondoafi Hebeybhulu: Pemuda Yoka Harus Bergerak dan Berubah

Ia menyimpulkan bahwa ada sebuah kesadaran dan gerakan yang harus dilakukan dan itu dimulai dari…

8 hours ago