Riyanto menegaskan bahwa penyerahan senjata bukan akhir proses reintegrasi, melainkan awal tahapan yang lebih penting: penerimaan keluarga dan masyarakat, pendampingan pemerintah, serta dukungan semua pihak agar mereka dapat hidup normal dan bermartabat.
“Senjata yang diserahkan hari ini menjadi tanda bahwa satu jalan lama telah ditinggalkan. Mari kembali kepada keluarga, membangun kampung, berkebun, bekerja, beribadah, dan bersama-sama menjaga masa depan anak-anak Papua. Jalan damai selalu terbuka bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali,” tegasnya.
Koops TNI Habema menyatakan keberhasilan reintegrasi membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan terutama keluarga. Kondisi aman yang tercipta, menurutnya, harus diikuti pulihnya kehidupan sosial, berjalannya pelayanan publik, dan tumbuhnya kembali kepercayaan masyarakat.
“Peristiwa ini bukan sekadar serah-terima senjata, melainkan representasi keputusan besar empat individu untuk meninggalkan kekerasan dan memulai lembaran hidup baru,” ujar Riyanto. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kabut asap pekat menyelimuti wilayah Timika dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi,…
Diduga kuat, si rangkong keluar dari habitatnya karena rumahnya terbakar. Karhutla yang melanda sejumlah wilayah…
Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR Astekita Ardiaristo mengatakan pendaki yang sebelumnya menggunakan jalur Senaru atau…
Instruksi lainnya menyangkut perlakuan rumah sakit terhadap pasien. Prabowo meminta tidak ada perbedaan pelayanan antara…
Dari seorang anak yang tumbuh dalam keluarga dengan ayah gangguan jiwa dan ibu yang berjuang…
Teka-teki kepemimpinan di Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya menemui titik terang. Pihak rektorat resmi…