Categories: BERITA UTAMA

Siap Penuhi Panggilan, Jangan Ada Ancaman

JAYAPURA-Ketua I KNPB Pusat, Warpo Wetipo kepada mengaku siap mendatangi Polda Papua untuk memenuhi undangan/panggilan dari  Polda Papua atas statusnya. Warpo mengatakan sebelum dapat undangan sempat polisi sampai di rumah saudaraya, maka pihaknya Senin ini akan klarifikasi apa yang dituduhkan

  “Jadi saya akan datang ke Polda klarifikasi dan didampingi Paham, LBH, SKPKC, Elsam Papua, AMP papua, dan beberapa pengurus KNPB, mereka akan kawal sama – sama,” kata Warpo di Waena, Minggu  (29/4).

  Ia mengakui selebihnya memang ia ada niat untuk menjelaskan statusnya karena situasi di Yahukimo dan Dogiyai KNPB di-Kambing hitamkan dan aktifis juga. “Maka saya memang ada niat audiens dengan Gereja, Polda dan semua yang berkepentingan, jadi kami niat mau lihat bagaimana ada keamanan di Papua yang damai, tapi dengan situasi ini saya bisa menjelaskan hal yang saya jelaskan di status,” katanya.

  Ia mengatakan dirinya dan keluarga sempat merasa ada ancaman dengan kehadiran aparat di rumah saudaranya. “Dengan kemarin mereka pergi ke rumah saudara saya  dan itu tidak ada surat pemberitauan ke saya, dan saya merasa ini intimidasi dan teror dan setelah kejadian itu saya dapat undangan, harusnya beritahu pasti saya akan datang, tapi mereka malah cari saya dengan intimidasi rumah saudara saya, baru surat dari belakang. Jadi mereka datang jam dua siang dan sorenya saya dapat undangan jadi intinya saya tetap akan hadir,” katanya.

  Sebelumnya Warpo memposting di Facebooknya mengatakan bahwa Polda Papua, Berhenti MengKriminalisasi mengkambinghitamkan Aktivis Pro demokrasi dan Pejuang Kemanusiaan, Keadilan dan Kebenaran Serta Masyarakat Adat Di Seluruh Teritori Tanah Air West Papua.

   “Terlebih Khusus, di Dogiyai, Nduga, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Maybrat, Tambrauw, Sarmi, Intan Jaya, Timika, dan beberapa daerah yg menjadi sasaran investasi oligarki dan  sasaran politik devide et impera atau adu domba lainnya. Hak Penentuan Nasib Sendiri adalah Solusi demokratis bagi Rakyat West Papua,” tulisnya, dengan hastag #Tolak_Otsus. #Tolak_DOB. #Tolak_Dialog_sektoral (domestik), #Free West. (oel/tri)

newsportal

Recent Posts

Ada 42 Operasi di Papua, Negara Belum Mampu Tangani OPM

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengatakan, berdasarkan kajian Komnas HAM terhadap situasi Daerah Operasi…

6 hours ago

​Dorongan Calon Provinsi Papua Utara Menghangat

​Deklarasi ini mewakili aspirasi masyarakat adat dari empat kabupaten di wilayah Saireri, yakni Kabupaten Biak…

7 hours ago

Ditangkap di Ruko, Satu Anggota KKB Disinyalir Terlibat Rangkaian Pembunuhan

Dari tangannya,  polisi menemukan tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm yang disimpan di dalam noken.…

8 hours ago

Dilematis, Ingin Bangun Rumah Sendiri Tapi Terbentur Rencana Penataan Pemerintah

  Air laut di sekitar kawasan tersebut masih tampak hitam pekat. Tumpukan arang dan sisa…

9 hours ago

Timbun BBM,  Tujuh Ton Lebih Solar Diamankan

Barang bukti tersebut diamankan dari dua lokasi di Kota Jayapura dan satu lokasi di Merauke.…

10 hours ago

Para Warek Solid, Roda Organisasi Uncen Tetap Berjalan

   Kondisi inipun sejalan dengan penyampaian dari ​Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV…

11 hours ago