Categories: BERITA UTAMA

Stok Beras saat ini Kebanyakan Berasal dari Surabaya dan Makassar

JAYAPURA-Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, menjaga ketahanan stok pangan untuk mengendalikan Inflasi di bumi Cenderawasih.

Bahkan kata Jeri, belum lama ini, Pj Gubernur Provinsi Papua Ridwan Rumasukun menyambangi Kantor Perum Bulog Wilayah Papua dan Papua Barat.

“Untuk mengantisipasi stok beras di bumi cenderawasih, Perum Bolug fokus menjaga ketahanan stok pangan khususnya beras dan komoditi non beras di Provinsi Papua dan mencegah kenaikan inflasi,” terang Jeri saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (27/9)

Selain itu lanjut Jeri, ikut terlibat dalam optimalisasi pemanfaatan pusat kegiatan ekonomi di wilayah Perbatasan Skouw. Dengan membangun gudang pangan untuk aktivitas ekonomi dan  Pemperintah Provinsi Papua akan memfasilitasi dengan menyiapkan lahan tanah.

“Yang pasti stok beras wilayah Papua yang ada di beberapa gudang dapat mencukupi kebutuhan pangan di 9 kabupaten/kota di bumi cenderawasih hingga enam bulan kedepan,” kata Jeri.

Dikatakan Jeri, stok beras saat ini kebanyakan berasal dari Surabaya dan makassar. Sementara beras dari Kabupaten Merauke tidak ada akibat terkendala proses produksi/gagal panen.

“Dengan naiknya harga beras, masyarakat tak perluk panic buying. Sebagaimana laporan Ka Bulog bahwa stok bahan pangan di gudang gudang wilayah Papua cukup aman selama beberapa bulan depan,” terangnya.

Secara terpisah, Iyan pemilik Kios Putri yang berlokasi di Pasar Youtefa mengaku harga beras yang dijualnya rata rata naik Rp 1000 per kg. “Misalnya harga beras yang dulunya Rp 14 ribu naik menjadi Rp 15 ribu, Rp 12 ribu naik menjadi 13 ribu dan harga beras yang dulunya Rp 15 ribu naik menjadi 16 ribu,” kata Iyan.

Dikatakan Iyan, dengan naiknya harga beras tersebut, daya beli masyarakat menjadi berkurang. Warga yang biasanya membeli dua kilo dalam sehari, kini berkurang menjadi 1 kg dalam sehari. “Meski harga beras selalu naik, namun masyarakat masih tetap membeli beras dengan porsi yang berkurang,” ucapnya (ulo/dil/tft/fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

11 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

12 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

19 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

20 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

21 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago