

Situasi di sekitar area kamar jenazah RSUD Mimika. Dalam kamar jenazah ini disebutkan ada empat orang yang dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Mimika. (Selvi/Cenderawasih Pos)
*Diserang oleh KKB Kodap III Ndugama ketika melakukan penyisiran di Distrik Paro
JAYAPURA– Aksi kekerasan bersenjata yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hingga kini masih berlanjut. Setelah sebelumnya menembak seorang anggota Brimob, Bharada Bonifasius termasuk membunuh 3 warga sipil yang bekerja sebagai tukang bangunan, kini kekerasan tersebut berlanjut.
Lima anggota TNI menjadi korban dan empat diantaranya gugur. Empat prajurit tersebut adalah Kopda Yipsan Ladou, Kopda Probo Sinimako, Praka Miftahul Firdaus dan Pratu Darmawan.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebut Kontak tembak terjadi pada Sabtu (25/11) sekira pukul 12.00 WIT. Prajurit TNI diserang oleh KKB Kodap III Ndugama ketika melakukan penyisiran di Distrik Paro, Kabupaten Nduga mulai pukul 07.00 WIT.
Mulanya berjalan aman, tapi sekitar pukul 12.00 WIT, KKB melakukan serangan yang mengakibatkan lima personel Satgas Yonif 411/Pandawa tertembak.
Berdasarkan informasi, empat anggota TNI dinyatakan gugur dan sudah berada di Timika. Sementara dua prajurit yang terluka juga sudah berhasil dievakuasi dan kini menjalani perawatan di RSUD Mimika.
Belum ada keterangan mendalam dari pihak Pendam XVII Cenderawasih dan dikatakan masih melakukan pendataan perkembangan situasi.
“Kami masih meminta informasi data perkembangan situasinya,” singkat Kapendam XVII Cenderawasih. Kol Inf J. Parinussa melalui ponselnya, Minggu (26/11).
Informasi awal hanya menyebut 3 orang yang meninggal namun hingga sore kemarin bertambah menjadi empat personel yang gugur.
Para pelaku diduga berasal dari KKB pimpinan Perek Jelas Kogoya yang masih berafiliasi dengan Egianus Kogoya. Hingga berita ini ditulis belum ada penjelasan lebih dari pihak Kodam XVII Cenderawasih maupun Polda Papua.
Sementara itu dari Timika dilaporkan para korban yang tertembak sudah berada di RSUD Timika.
Hal itu dibenarkan Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena ketika dikonfirmasi yang menyatakan bahwa dua anggota TNI yang tertembak di Nduga sudah dievakuasi dan sudah dirawat di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Mimika.
Kata dia, kondisi kedua anggota tersebut stabil dan sedang dalam penanganan medis. “Sedang dirawat tindak operasi,” katanya.
Sementara itu di area kamar jenazah RSUD Mimika, tampak beberapa anggota TNI tampak berjaga-jaga. Dan sumber Cenderawasih Pos di Timika menyebut ada empat orang jenazah yang dievakuasi. Awak media yang hendak meliput tidak diperkenankan memasuki area sekitar kamar jenazah. Begitupun di IRD RSUD Mimika tempat dua anggota yang sedang dirawat, penjagaanpun sangat ketat.(ade/ryu/wen)
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…