

dr. Pauline Christine Sajori, Sp.BS berfoto usai di wisuda di FKKMK UGM, Rabu (26/10) kemarin. (Foto dr Pauline Christine Sajori for Cepos)
JAYAPURA – dr. Pauline Christine Sajori, Sp.BS, perempuan Papua pertama yang menjadi dokter ahli bedah saraf. Ibu dua anak ini diwisuda, pada Rabu (26/10) di Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) bersama 1.567 mahasiswa pasca sarjana.
Asal instansi dr. Pauline Christine Sajori sendiri dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura dengan pengalaman kerja dokter PTT Brigade Siaga Bencana sekaligus PNS RSUD Jayapura.“Saya menempuh Pendidikan S1 Dokter dari FK Uncen dan Spesialis dari FKKMK UGM,” kata ibu dua anak ini.
dr. Pauline Christine Sajori merupakan Angkatan kedua di Fakultas Kedokteran Uncen. Masuk kuliah tahun 2003 dan lulus pada tahun 2010. Sementara Spesialis dari FKKMK UGM selama 5 tahun 6 bulan atau setara dengan 11 semester.
Untuk S2 di FKKMK UGM, dr. Pauline Christine Sajori mengaku disekolahkan oleh Pemerintah Provinsi Papua melalui bantuan beasiswa.
“Setelah ini, saya akan balik ke Papua untuk melayani masyarakat Papua, terutama untuk kasus kasus bedah saraf di RSUD Dok II Jayapura. Terlebih selama ini dokter bedah saraf kita terbatas di Papua,” terangnya.
Selama 5 tahun 6 bulan kuliah di Jawa, dr. Pauline Christine Sajori mengaku sedikit mengalami kendala terutama soal gaya bahasa antara di Papua dan wilayah barat.
“Pertama kali datang untuk kuliah, adat budaya agak sedikit masalah buat saya. Karena di Jawa bahasa beda dengan kita di Papua, harus menyesuaiakan dan lama kelamaan terbiasa,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan anak anak Papua untuk tidak takut bermimpi soal Pendidikan mereka, untuk generasi Papua yang sedang menempuh Pendidikan saat ini, dr. Pauline Christine Sajori berpesan agar tetap semangat.
“Ketika nanti sudah sukes, harus kembali untuk melihat masyarakat Papua terutama untuk memajukan kesehatan di tanah Papua. Tidak perlu minder atau ragu, walaupun kita dari timur tapi kita juga punya kemampuan dalam bidang apa pun,” pungkasnya. (fia/wen)
Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…
Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…
Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…
- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …