

AKBP Umar Nasatekay, S.IK (FOTO:Humas for Cepos)
SENTANI – Sebuah kantor milik PT Sinas Mas di Kaures dilaporkan ludes terbakar. Polisi masih menelusuri penyebab kebakaran tersebut, apakah akibat kelalaian atau ada unsur kesengajaan. Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay menyampaikan bahwa kejadian kebakaran ini terjadi pada Minggu (25/8) malam lalu.
“Benar ada salah satu kantor milik PT Sinar Mas di Lereh, Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura terbakar dan kasusnya sudah ditangani penyidik. sudah dilakukan olah TKP,” kata Umar, Senin (26/8).
PT Sinar Mas sendiri merupakan perusahaan yang bergerak pada perkebunan kelapa sawit dan kata Kapolres, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 21. 00 WIT pada hari Minggu malam namun untuk penyebab kebakaran dan kronologisnya belum diketahui karena saat ini Tim Identifikasi Polres Jayapura masih mengumpulkan data dan informasi terkait kejadian tersebut termsuk berapa total kerugiannya.
“Tim Identifikasi Polres Jayapura sudah kami turunkan, nanti kita bisa sampaikan apa penyebab kejadian kebakaran tersebut dan kronologinya,”ujarnya.
Dijelaskan juga bahwa bangunan yang terbakar bukanlah bangunan permanen. Sebagian bangunan terbuat dari bahan kayu sehingga pada saat terjadi kebakaran api menyala begitu cepat. Namun kata Kapolres kantor yang terbakar bukan kantor induk melainkan salah satu kantor saja.
“Untuk kerugian materil belum bisa dihitung karena masih menunggu olah TKP dari tim Identifikasi Polres Jayapura dan dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” tutupnya.(dil/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…