Categories: BERITA UTAMA

Ada Keterangan yang Berbeda dengan Hasil Otopsi

JAYAPURA-Kasus kematian tragis bocah berusia 3,5 tahun, bernama Nur Aulya, yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, terus didalami oleh pihak kepolisian. Hingga kini, sebanyak 19 saksi telah diperiksa, dua di antaranya melalui metode ilmiah Lie Detector.

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Fredrickus W.A. Maclarimboen, menyebut kasus ini memiliki keunikan tersendiri. Nur Aulya awalnya dilaporkan hilang di depan rumahnya, namun empat hari kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di semak-semak dekat lokasi awal ia menghilang.

“Semua bukti yang kami temukan saat ini masih dalam proses analisis oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Polri,” ungkap AKBP Fredrickus saat audiensi dengan Wartawan di Rumah Bakau, Jumat (25/4).

Satu barang bukti yang telah diperiksa adalah sandal korban yang awalnya diduga mengandung percikan darah. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan forensik, dugaan tersebut tidak terbukti.

“Awalnya diduga ada darah di sandal itu, tetapi setelah diperiksa lebih lanjut, hasilnya menunjukkan cairan tersebut bukan darah,” jelasnya.

Isu yang beredar di masyarakat terkait dugaan keterlibatan orang tua kandung korban juga menjadi perhatian pihak kepolisian. Namun, AKBP Fredrickus menegaskan, semua dugaan masih dalam tahap penyelidikan dan akan dibuktikan berdasarkan data ilmiah.

“Kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan. Artinya, bila dibutuhkan tindakan hukum lanjutan seperti upaya paksa, maka hal itu dapat dilakukan sesuai prosedur,” ujarnya.

Terkait hasil pemeriksaan Lie Detector, pihaknya masih menunggu hasil lengkap dari Labfor Polri.

Sementara itu, penyidik akan menggunakan berbagai metode untuk menguji kebenaran keterangan para saksi, meski sebagian besar masih bersifat normatif dan belum memberikan informasi mendalam.

“Salah satu kendala utama adalah jawaban para saksi yang terlalu umum, sehingga kami kesulitan menggali keterangan lebih jauh,” imbuhnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

10 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

11 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

12 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

13 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

14 hours ago

Buron Selama 4 Hari, Pelaku Aniaya Kepsek di Mappi Akhirnya Diringkus

Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…

15 hours ago