Categories: BERITA UTAMA

Tak Harus Dimakamkan di Pemakaman Covid-19

JAYAPURA-Pemakaman terhadap jenazah pasien Covid-19 saat ini sudah tidak mesti dimakamkan di Pemakaman Covid-19 di Buper, Waena, Distrik Heram. Kepala Dinas PUPR PKP Kota Jayapura melalui Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPR PKP Kota  Jayapura Alimudin ST.,M.Si., mengakui bahwa jenazah pasien Covid-19 sudah tidak lagi dimakamkan di tempat pemakaman khusus yag terkena Covid-19, namun bisa dimakamkan di pemakaman umum yang penting menggunakan peti jenazah.

“Sekarang sudah ada aturan terbaru jika ada pasien Covid-19 meninggal dunia bisa dimakamkan di pemakaman umum, tidak lagi di pemakaman khusus Covid-19. Pihak keluarga bisa memilih dalam hal pemakaman yang penting harus menggunaan peti jenazah,” jelasnya  Selasa (26/7) kemarin.

Menurutnya, sudah lebih tiga bulan kasus kematian akibat Covid-19 Kota Jayapura sudah tidak ada. Sehingga diharapkan, kasus Covid-19 bisa segera selesai, dan masyarakat maupun pelaku usaha bisa hidup dengan normal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari menambahkan, dengan kasus Covid-19 mulai meningkat sekarang sudah tembus 11 orang, maka diingatkan kembali kepada  warga bahwa Covid-19 belum selesai.

“Dalam sepekan ini kasus Covid-19 terus bertambah, meski tidak signifikan. Kita harus tetap waspada agar jangan menjadi korban dari Covid-19, sehingga tidak menghambat aktivitas. Jadi warga tetap patuhi Prokes dan lakukan vaksinasi jika belum melakukan,” pintanya.

 Ditambahkan, warga yang sudah terkonfirmasi sebanyak 11 orang, setelah dua bulan lamanya berada di zona hijau Covid-19. Untuk itu, Kadinkes dr. Sri Antari berharap hal ini tidak dianggap sepele, tetap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker saat berada di tempat umum dan menjaga kesehatan dengan cara olahraga, makan makanan sehat, lakukan vaksinasi serta menghindari kerumunan .

 Ditegaskan, dalam melakukan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19, menjadi tanggung jawab bersama, dengan kesadaran dan kepedulian untuk saling mengingatkan serta tetap mematuhi protokol kesehatan. “Jangan sampai kita lengah, kalau lengah maka bisa kembali dalam zona merah dengan kasus mencapai ratusan orang dalam sehari. Ini jangan sampai terjadi lagi di Kota Jayapura,” harapnya.

 Dijelaskan, terkait dengan 11 kasus Covid-19, memang terjadi karena transmisi lokal dimana ini terdeteksi saat dilakukan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan warga dari luar Kota Jayapura.

“Kita ingatkan warga agar tetap waspada dan berhati-hati serta tetap terapkan Prokes, dan memang saat ini belum ada warga yang terpapar kasus Covid-19 varian baru,” tutupnya. (dil/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PANDEMI

Recent Posts

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

38 minutes ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

2 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

3 hours ago

Ketemu Tupai Jinak, Kayu Bolong dan Guyuran Hujan

Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…

4 hours ago

Komoditas Kayu Masih Jadi Andalan Ekspor Papua

BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…

5 hours ago

Abisai Rollo: Hutan Bakau Tetap Harus Dilestarikan!

Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…

6 hours ago