

Wakapolda Brigjen Pol Patrige Renwarin (foto:GAMEL/CEPOS)
Wakapolda Sebut Medan untuk Mengejar Terlalu Berat
JAYAPURA – Pengejaran terhadap Bripda Aske Mabel, personel Polres Yalimo yang dilaporkan telah membobol gudang senjata Polres Yalimo dan membawa kabur 4 pucuk senjata hingga kini masih berproses.
Hanya untuk mengejar yang bersangkutan pihak kepolisian tidak lantas melakukan penyisiran apalagi sampai masuk ke hutan-hutan. Upaya yang dilakukan masih lewat cara yang soft.
“Untuk anggota di Polres Yalimo kemarin (Bripda Aske Mabel) hingga kini masih terus dilakukan pengejaran namun dengan membangun komunikasi kepada pihak keluarga agar keluarga bisa membangun komunikasi dengan sanak keluarganya dimana jika bertemu bisa dilaporkan kepada kami,” kata Wakapolda Papua, Brigjen Pol Patrige Renwarin usai melepas tim pendistribusian bansos di Mapolda Papua, Selasa (25/6) kemarin.
Bisa juga kata Wakapolda jika mengetahui keberadaan Bripda Aske maka langsung diamankan dan dibawa ke Polresta.
“Ini yang sedang kami upayakan sebab medan untuk mengejar anak ini terlalu berat sehingga kalau kami kejar tanpa tahu dimana itu sia – sia. Dia kalau masuk hutan tapi kita tidak tahu dimana itu sama saja,” beber Patrige.
Jadi dijelaskan bahwa saat melakukan aksinya, Bripda Aske ini sedang dalam pengaruh minuman keras dan pihaknya berharap setelah ia sadar ia akan ketakutan dan menyadari bahwa apa yang dilakukan adalah salah.
“Mungkn ia takut bukan karena membawa kabur tapi ketakutan jika kembali kemudian akhirnya disel atau dipenjara tapi kami berharap ia mau datang baik – baik,” tambah Wakapolda.
Disinggung soal apakah personel tersebut telah bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), kata Wakapoda pihaknya belum mendapatkan informasi tentang hal tersebut.
Seperti diketahui seorang oknum anggota Polisi bernama Aske Mabel berpangkat Bripda dilaporkan telah “membobol” gudang senjata di Mapolres Yalimo.
Sebanyak 4 pucuk senjata api laras panjang jenis AK China dibawa kabur masuk ke hutan. Kejadian ini terjadi pada Minggu (9/6) sekira pukul 04.00 WIT dan hingga kini masih dilakukan pencarian. (ade/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…