Categories: BERITA UTAMA

Pengawalan Pendistribusian Vaksin ke Daerah Rawan Diperketat

Dansat Brimob Polda Papua, Kombespol Godhelp C Mansnembra saat memimpin pengawalan vaksin Covid-19 sampai ke gudang penyimpanan vaksin Dinkes Provinsi Papua di RSUD Jayapura, Senin (25/1). ( FOTO: Bidang Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA- Vaksin Covid-19 tahap satu termin kedua telah tiba di Provinsi Papua dan dikawal ketat  oleh anggota Polda Papua.  Pengawalan dilakukan mulai dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura hingga sampai ke gudang penyimpanan vaksin di RSUD Jayapura, Senin (25/1)

Pengawalan ketat dari personel Polda Papua tidak hanya dilakukan dari bandara menuju ke gudang penyimpanan, melainkan nantinya hingga ke distrik-distrik yang ada di daerah Papua. Bahkan ke daerah rawan sekalipun.

Karo Ops Polda Papua Kombes Pol. Jermias Rontini mengatakan, pengawalan Vaksin Covid-19 akan dilakukan setelah Dinas Kesehatan menentukan titik pendistribusian vaksin tersebut.

“Hingga saat ini Dinas Kesehatan belum menentukan pendistribusian vaksin ke daerah mana saja. Sementara masih di Kota Jayapura. Kita belum tahu daerah mana saja yang jadi prioritas,” ucap Jermias Rontini kepada Cenderawasih Pos, Selasa (26/1).

 Lanjutnya, personel Polda Papua siap melakukan pengawalan pendistribusian vaksin ke distrik-distrik jika dari Dinas Kesehatan meminta perbantuan pengamanan untuk melakukan pengawalan.

 “Jumlahnya tergantung dari Polres masing-masing. Sebab sprimnya dikeluarkan Kapolres masing masing sesuai dengan jumlah barang yang dikawal,” terangnya.

Jermias Rontini meminta agar Dinas Kesehatan harus proaktif. Mengingat beberapa daerah di Papua memiliki tingkat kerawanannya masing-masing. Seperti di Kabupaten Intan Jaya, daerah mana yang mau divaksin serta penyimpanannya apakah sesuai standarisasi.  “Yang pasti daerah rawan di Papua pengawalan vaksinnya diperketat,” tegasnya.

 Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, vaksin sudah terdaftar di BPOM dan MUI. Sehingga tidak ada alasan untuk seseorang tidak melakukan vaksin. Dengan melakukan vaksin, mereka turut menjaga diri mereka sendiri dan menjaga orang lain.

 Selain itu lanjut Kamal, TNI-Polri siapkan mengawal dan mengamankan vaksin mulai dari tingkat provinsi hingga ke kabupaten/kota bahkan ke tingkat distrik hingga pelaksanaan vaksin itu sendiri.

 “Kita sudah instruksikan kepada seluruh Polres jajaran untuk melakukan pengawalan serentak guna memastikan bahwa vaksin itu sampai kepada sasaran dan digunakan pada mereka yang membutuhkan,” ucap Kamal.

 Sementara daerah yang memiliki gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), tentunya bakal mempertimbangkan situasi Kamtibmas dan perlunya komunikasi dengan pemerintah setempat.

 “Wilayah yang ada gangguan KKB akan dikawal, yang terpenting ada komunikasi dari penyelenggara kepada Polres setempat,” tegasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

1 day ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

1 day ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

2 days ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

2 days ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

2 days ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

2 days ago