Categories: BERITA UTAMA

Gara-gara Futsal, 6 Oknum Polisi Keroyok Anggota TNI

Kapolda Perintahkan Enam Pelaku Tetap Diproses

JAYAPURA-Perselisisan yang berbuntut penganiayaan antar institusi terjadi di Kabupaten Boven Digoel.

Seorang anggota TNI bernama Pratu Malik menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum anggota Polisi hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Persoalannya juga nampak sepele. Hanya terpancing emosi saat  pertandingan futsal. Korban yang ketika itu menggunakan pakaian preman dikeroyok dari dalam lapangan hingga ke luar lapangan.

Akibat pengeroyokan ini, Pratu Malik  mengalami sejumlah luka memar di wajah dan mengalami luka robek di kepala.

Terkait kasus ini, Propam Polres Boven Digoel akhirnya memeriksa sejumlah oknum polisi yang diduga terlibat dan menetapkan enam orang sebagai tersangka.

“Kejadiannya di Boven Digoel. Kasus ini sempat dimonitor oleh pak Kapolda dan kemudian ada perintah untuk memproses para pelakunya. Dari hasil pemeriksaan akhirnya ada 6 oknum anggota polisi yang ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kabid Propam Polda Papua, Kombes Pol F.S Napitupulu melalui ponselnya, Senin (25/4).

Enam anggota polisi yang ditetapkan menjadi tersangka adalah DP, IK, D, NF, SS dan RA.

Kombes Napitupulu menjelaskan bahwa kasus pengeroyokan ini terjadi pada Jumat (22/4) siang di  salah satu lapangan futsal di Boven Digoel. Ketika ketika itu pertandingan antara tim Bhayangkara melawan tim pegawai bandara. Ketika itu pertandingan dimenangkan oleh pegawai bandara  dengan skor 2-1.

Nah saat injury time ternyata skor kembali menjauh menjadi 3-1 untuk pegawai bandara dan di sini terjadi protes dari pendukung tim Bhayangkara.

Saat itulah terdengar teriakan dan saling sahut menyahut yang akhirnya korban terlibat. Dari video yang beredar di media sosial terlihat jika korban sudah dikeroyok mulai dari lapangan pertandingan kemudian ia berlari keluar dan dikejar kemudian kembali  dihujani pukulan.

Korban yang dalam video  disebut anggota Paskhas TNI AU ini saat berlari ke bagian luar ternyata masih dikejar dan sempat terjatuh saat dipukul.

Video berdurasi 50 detik yang diambil penonton ini juga terdengar teriakan penonton bahwa korban adalah anggota TNI.

Setelah diteriaki berkali – kali disitulah situasi mulai reda. “Jadi anggota TNI ini ketika itu menggunakan pakaian preman dan anggota polisi tidak mengetahui jika itu dari TNI. Tahunya ketika ada yang teriak – teriak mengatakan dia (korban) anggota (TNI),” jelas Napitupulu.

Setelah itu, kejadian ini dilerai dan korban langsung dibawa ke rumah sakit. Menurut Napitupulu sesuai perintah Kapolda, pelaku tetap akan diproses. “Sudah enam orang yang ditahan dan perintah Pak Kapolda dan pak Wakapolda harus diproses. Besok teman – teman TNI akan buat laporan polisi di Polres Boven Digoel dan saat ini para pelaku juga sudah ditahan,” tutup Kabidpropam. (ade/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: POLDA

Recent Posts

Nasib Rahmad Darmawan Ditentukan Pekan Depan

Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…

5 hours ago

Lagi, 7 Jenazah Korban Jembatan Roboh Ditemukan

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…

6 hours ago

Polda Papua Pastikan Seleksi Bintara Polri Transparan

Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…

7 hours ago

Siap Bentuk Mutiara Digital di Batas Kota, Melawan Keterbatasan dengan Prestasi

Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…

8 hours ago

Abisai Rollo : Keberhasilan Implementasi Otsus Diukur dari Dampak yang Dirasakan Langsung oleh Warga Papua

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…

9 hours ago

2027, Pemkam Holtekam Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…

10 hours ago