Anggota MRP Papua Selatan Katerina Yaas mengatakan, PSN telah berjalan 2 tahun dan sejak awal pihaknya sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan Kabupaten Merauke tetapi menurutnya, pemerintah mengabaikan suara-suara masyarakat lewat Majelis Rakyat Papua.
Menurut dia, kejadian 6 November lalu sangat disayangkan. Padahal diketahui bersamaa bersama bahwa Pemerintah Kabupaten Merauke dalam hal ini bupati dan Gubernur Papua Selatan sudah berapa kali turun di Salamepe dan Nakias.
Hal yang sama disampaikan anggota DPRP Papua Selatan Afirmasi Victoria Gebze menilai penyerobotan yang dilakukan oleh perusahaan PT Johnlin atas sasi pemalangan yang dilakukan oleh masyarakat adat sebagai sebuah persaolan yang serius.
‘’Kami melihat bahwa ini persoalan yang serius, persoalan yang serius untuk tidak boleh terjadi insiden dan jangan berlarut-larut. Itu tidak boleh terjadi apalagi nantinya ada sampai korban jiwa,’’ tandasnya.(ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurut dia, keberhasilan tersebut dicapai melalui strategi sederhana namun konsisten, yakni meningkatkan luas tanam sehingga…
Ia diduga disenggol mobil TNI yang ketika itu sedang berjalan beriringan menuju pada Minggu (14/6)…
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi terhadap pemerintah daerah di wilayah Papua yang berhasil…
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…