Categories: BERITA UTAMA

Kapal Papua Baru Tenggelam di Pelabuhan Jayapura

Diduga Bocor Akibat Lama Tak Beroperasi

JAYAPURA–Sebuah kapal perintis KM Papua Baru yang telah lama rusak dan tidak beroperasi, tenggelam di perairan Pelabuhan Jayapura, tepatnya di Taman Mesran, Kota Jayapura, Papua, pada Senin (22/6). Menurut Ruslin, salah seorang pekerja bongkar muat di Pelabuhan Jayapura, kapal tersebut sudah terlihat miring sejak Senin sore sebelum akhirnya tenggelam seluruhnya.

“Kapal itu sudah lama berada di lokasi dan dalam kondisi rusak sehingga tidak pernah lagi beroperasi. Kemarin sore posisinya sudah miring, kemungkinan tadi malam tenggelam karena air laut masuk dan menggenangi bagian dalam kapal,” ujar Ruslin kepada wartawan, Selasa (23/6).

Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat ada empat kapal perintis yang telah tenggelam di area pelabuhan tersebut.”Selain Papua Baru, ada juga kapal Biru Surabaya, Papua Tiga, dan Mamberamo. Tiga kapal lainnya sudah lebih dulu tenggelam sejak tahun 2025 dan sampai sekarang masih berada di dasar laut,” katanya.

Ruslin menduga tenggelamnya kapal-kapal tersebut disebabkan kerusakan pada bagian dek yang mengalami kebocoran akibat lama tidak digunakan.”Karena biasanya kalau sudah lama tidak beroperasi, baja-baja pada dek kapal pasti berkarat. Akibatnya pasti bocor dan air laut masuk makanya kapal kapal ini tenggelam,” jelasnya.

Kapal Printis Papua Baru yang tenggelam Senin (22/6) sore bangkainya kini terendam didasar laut. (ISTIMEWA)

Menurutnya, kedalaman perairan di lokasi cukup dalam sehingga bangkai kapal yang tenggelam tidak terlihat dari permukaan. “Lautnya cukup dalam, sehingga tidak kelihatan. Papua Baru yang baru tenggelam kemarin sore sekarang sudah tidak terlihat lagi karena seluruh badan kapal berada di dasar laut,” ujarnya.

Sebagai pekerja yang setiap hari beraktivitas di kawasan pelabuhan, Ruslin mengaku selama ini tidak pernah melihat adanya aktivitas di dalam kapal tersebut.”Memang sudah lama rusak, jadi tidak ada aktivitas sama sekali di dalam kapal. Dulu banyak kapal yang diparkir di sini, dan kawasan ini memang menjadi tempat sandar kapal-kapal yang sudah tidak beroperasi,” katanya.

“Kapal kosong, tidak ada yang bekerja di dalamnya, kapal kapal itu parkir begitu saja,” tegasnya. Pantauan di kawasan Taman Mesran pada Selasa pagi menunjukkan aktivitas masyarakat berlangsung normal seperti biasa. Sementara itu, kapal Papua Baru yang tenggelam sejak Senin sore sudah tidak lagi terlihat di permukaan karena seluruh bagiannya telah terendam di dasar laut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang berkomentar baik dari eksekutif selaku pemilik kapal maupun DPR Papua yang mengawasi aset dan pengelolaan aset pemerintah.

Sekedar diketahui KM Papua Baru ini dibeli pada era Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu, SH. Kapal ini dibeli dari PT. Mariana Bahagia Palembang. Tujuannya ketika itu adalah guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah sekaligus mendukung arus transportasi barang dan jasa dibidang kelautan. KM Papua Baru dibeli dengan harga Rp 42 miliar menggunakan menggunakan APBD tahun 2008/2009.

Kapal baru tersebut dikelola oleh perusahaan pelayaran milik daerah yang merupakan holding dari perusahaan daerah PT. Rakyat Papua Sejahtera, yang ketika itu sedang didirikan. Cenderawasih Pos sempat mengikuti proses launching dan mengikuti perjalanan perdana kapal ini dengan menyambangi beberapa pulau terluar. Ketika itu bersama gubernur, kapolda pangdam dan sejumlah pejabat daerah lainnya. (rel/ade)

Juna Cepos

Recent Posts

Sejumlah Anak Terpapar, Merauke Berstatus KLB Campak

Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…

7 hours ago

Tetap Percaya Diri Meski Mencatat hingga Menyapa Pelanggan Semua Lewat Layar

Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…

8 hours ago

Pomdam XVII/Cenderawasih Mulai Selidiki Tewasnya Kevin

Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…

9 hours ago

Kaya Akan Biodiversity, Upaya Pelestarian Perlu Dilakukan Secara Kolaborasi

Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…

10 hours ago

Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik Sudaryati

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…

14 hours ago

Wamentan: Indonesia Hentikan Impor Beras

Menurut dia, keberhasilan tersebut dicapai melalui strategi sederhana namun konsisten, yakni meningkatkan luas tanam sehingga…

15 hours ago