Categories: BERITA UTAMA

TNI Sebut OPM Rusak Jembatan Baya Biru

Kapendam XVII Cenderawasih: Kami Sudah Hafal Propaganda OPM

JAYAPURA  Pihak Kodam XVII Cenderawasih membantah postingan di media sosial yang menyudutkan TNI terkait kerusakan jembatan di Distrik Baya Biru, Paniai, Papua Tengah. Berita tersebut menyebut jika jembatan dirusak menggunakan mesin cain shaw atau mesin potong.

  Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan menyampaikan bahwa tidak mungkin TNI merusak fasilitas umum apalagi menjadi jalur penghubung bagi warga. Pasalnya jembatan tersebut digunakan oleh ratusan orang termasuk oleh TNI sendiri.

Candra menyebut informasi yang diedarkan adalah tidak betul alias hoax dan menyesatkan. “Kami justru berfikir bahwa ini menjadi kebiasaan OPM yang merusak, membakar dan melukai warga sipil kemudian beralibi dilakukan oleh aparat. Cara – cara ini kami sudah hafal,” beber Candra, Minggu (23/6) kemarin.

Jadi, kata Candra pihaknya mendapat informasi berantai terkait penggiringan opini yang menuduh bahwa aparat TNI melakukan pengrusakan jembatan Baya Biru dengan cara memotong menggunakan mesin potong.

“Jadi sekali lagi informasi ini kami bantah dan luruskan. Kita bisa lihat selama ini siapa pihak yang  kerap membakar jembatan?,” sindir Candra. “Jadi kami luruskan fitnah yang dibuat OPM  sebab TNI Polri saat ini terus melakukan pengejaran dan ada yang menggunakan truk. Jika jembatan diputus tentunya  akses kami juga terbatas,” imbuhnya.

Ia menyampaikan bahwa  OPM merusak jembatan saat dilakukan pengejaran oleh aparat TNI Polri disaat berhasil mengamankan Bibida pada 14 Juni lalu. Jadi OPM sengaja merusak jembatan agar lolos dari pengejaran aparat keamanan.

“TNI Polri justru mendorong percepatan pembangunan, termasuk di dalamnya membangun jembatan untuk memberikan akses perekonomian dan tranportasi, terlebih jembatan itu digunakan oleh masyarakat dalam kesehariannya,” tambah Candra.

Lebih lanjut Kapendam menegaskan bahwa selama ini OPM yang merusak dan membakar fasilitas sarana prasarana umum dan milik warga, mulai sekolah-sekolah, rumah sakit/Puskesmas dan kios termasuk jembatan di Bayabiru Paniai.

“Kami tidak heran lagi sebab ini yang biasa dimainkan oleh OPM. Bentuk-bentuk propagandanya kami sudah hafal,” tutup Candra. (ade/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

RD Akui Adhyaksa FC Lawan Kuat

Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…

18 hours ago

Tak Terima Anggota Keluarganya Meninggal, Seorang Pria Dikeroyok Hingga Babak Belur

Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…

20 hours ago

Owen Sebut 3 Paslon Ketum PSSI Papua Figur Hebat

Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…

22 hours ago

Persipura Batasi Kuota Tiket Kontra Adhyaksa FC

Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…

23 hours ago

Ketum Ajak Merahkan Lagi Stadion Lukas Enembe

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…

24 hours ago

PFA Cari Bakat 2026, Keliling Tanah Papua Bidik Talenta Sepak Bola Masa Depan Timika

Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…

1 day ago