Categories: BERITA UTAMA

Tiga Hari Rapid Test, 394 Pedagang Dinyatakan Reaktif

PEMERIKSAAN SWAB: Petugas medis saat mengambil pesimen air liur dari tenggorokan dan hidung salah seorang pedagang untuk pemeriksaan swab test di Pasar Baru Youtefa, Rabu (24/6). ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapid test secara massal terhadap pedagang di Pasar Youtefa, sejak Senin (22/8). 

Selama tiga hari melakukan rapid test, Rustan saru menyebutkan ada 1.948 pedagang yang mengikuti rapid test di Pasar Baru Youtefa. Dari 1.948 pedagang tersebut, sebanyak 394 orang dinyatakan reaktif. Dari jumlah tersebut, 326 orang telah dilakukan pengambilan pesimen untuk pemeriksaan swab test. 

“Untuk hari ketiga, Rabu (24/6) ada 809 padegang yang menjalani rapid test. Dari jumlah tersebut 153 orang dinyatakan reaktif. Untuk itu, secara keseluruhan ada 1.948 pedagang yang telah dirapid tetst dan hasilnya 394 orang dinyatakan reaktif,” ungkapnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, kemarin.

Rustan Saru mengatakan, hingga kemarin sudah ada 32 orang yang dimasukan di BPSDM Diklat Kotaraja untuk menjalani karantina dan perawatan kesehatan.   Sementara sisanya masih dilakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. Sebab kapasitas tempat tidur di Kantor BPSDM Diklat Kotaraja sekira 90 tempat tidur.

Pasca rapid test ini, pemerintah menurut Rustan Saru rencanyanya tidak menutup aktivitas Pasar Youtefa yang merupakan sendi perekonomian seluruh masyarakat Kota Jayapura.

“Namun kita mengingatkan semua masyarakat baik itu pedagang maupun pembeli untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat berada di pasar,” tegasnya. 

Dirinya juga meminta, pedagang yang hasil rapid testnya reaktif agar melakukan karantina mandiri di rumah sambil menunggu pelayanan yang dilakukan tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura.

 Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari menyebutkan, banyaknya pasien Covid-19 yang sembuh setelah dirawat di Hotel Sahid Jayapura kunci utamanya adalah imunitas tubuh pasien harus diperkuat. Dengan cara tidak banyak pikiran atau stress. Selain itu, anti body juga bisa dibuat dengan cara  selalu berjemur, rutin berolahraga senam, makan makanan yang bergizi dan selalu mengonsumsi buah.

“Untuk obat batin tentu banyak-banyak berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan untuk obat yang diberikan dokter tidak banyak hanya obat tertentu intinya yang anti virus. Namun dilihat rekam jejak jantungnya pasien dulu, dan lainnya yang memang telah dianjurkan dari Kementerian Kesehatan,” tutupnya.(dil/nat)  

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

8 hours ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

9 hours ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

9 hours ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

10 hours ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

10 hours ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

11 hours ago