

Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, didampingi Dandim 1711/BVD Letkol Inf Andry Cristian, Danyonif 803/KYK, serta Kasat Intelkam Polres Boven Digoel, saat menggelar Konferensi Pers terkait kejadian di Area Camp Kali Fius, Kampung Kawe, Pegunungan Bintang, Kamis (21/5). (Foto/Humas Polres Merauke)
Sejumlah Warga Lainnya Mengungsi
BOVEN DIGOEL- Sebanyak 11 orang menjadi korban kebiadaban dari Orang Tak Dikenal di Area Camp Kali Fis Kampung Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. Dari 11 orang yang jadi korban tersebut, 9 diantaranya telah terverifikasi meninggal dunia, dimana satu orang asli Papua dan delapan orang non Papua.
Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers yang digelar Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, didampingi Dandim 1711/BVD Letkol Inf Andry Cristian, Danyonif 803/KYK, serta Kasat Intelkam Polres Boven Digoel pada Kamis (21/5) sebagaimana press release yang dikirim Humas Polres Boven Digoel, Jumat (22/5).
Kapolres menyampaikan, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) di lokasi penambangan Kali Fis, Kampung Kawe, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Kapolres Wisnu Perdana menjelaskan, kejadian bermula pada Senin, 18 Mei 2026 sekira pukul 14.00 WIT. Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, sekitar lima orang terduga pelaku mendatangi camp korban dengan membawa senjata tajam jenis parang dan busur.
“Saat itu para korban sedang berada di camp bersama rekan-rekannya. Kelompok tersebut awalnya meminta makan dan minum serta meminta dibuatkan kopi. Namun ketika para korban sedang beristirahat dan memperbaiki mesin penambangan, para pelaku diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan busur,” ujar Kapolres.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah korban mengalami luka-luka hingga meninggal dunia. Kapolres mengungkapkan bahwa pada awal kejadian pihaknya menerima informasi adanya dua korban. Namun pada hari berikutnya jumlah korban bertambah menjadi tujuh orang dan hingga saat ini diperkirakan total terdapat sebelas korban.
“Dari 11 korban tersebut, sembilan orang telah berhasil diverifikasi meninggal dunia. Delapan di antaranya merupakan Non OAP dan satu orang merupakan OAP,” jelasnya.
Kapolres juga menerangkan bahwa proses evakuasi mengalami kendala akibat adanya penutupan jalur sungai, khususnya Sungai Pisang-Pisang yang menjadi akses utama menuju Tanah Merah. Meski sempat dibuka setelah dilakukan koordinasi bersama masyarakat dan pihak koperasi pengelola, jalur tersebut kembali ditutup.
Dalam penanganan kasus ini, Polres Boven Digoel menitikberatkan pada penegakan hukum terhadap aksi kekerasan yang menghilangkan nyawa serta aktivitas penambangan liar yang dinilai berisiko terhadap keselamatan masyarakat.
Diperkirakan masih terdapat sekitar 100-150 orang pengungsi dan penambang yang berada di wilayah Kawe, baik di Kali Fis maupun Sungai Pisang-Pisang. Para pengungsi direncanakan akan diarahkan menuju Dermaga Iwot sebelum selanjutnya diamankan ke Mako Polres Boven Digoel untuk dilakukan pendataan, trauma healing, serta pemeriksaan sebagai saksi.
Kapolres menegaskan bahwa aparat TNI-Polri bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mengidentifikasi seluruh korban secara akurat serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Kejadian ini menjadi keprihatinan kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegas Kapolres.
lub Persipura Jayapura merupakan salah satu tim yang memiliki prestasi cukup mentereng pada kompetisi sepakbola…
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, mengungkapkan berdasarkan data sementara yang mereka…
Polres Jayapura berhasil mengamankan seorang terduga pelaku kasus kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang menyebabkan…
Polres Jayapura memastikan akan menindak tegas setiap kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oknum sopir taksi…
Ketua DPR Kabupaten Jayapura, Ruddy Bukanaung mengatakan DPRK Kabupaten Jayapura telah menyerahkan sebanyak 35 rekomendasi…
Perayaan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) ke-76 yang dipusatkan…