Categories: BERITA UTAMA

Masih Prioritaskan Pelayanan Dasar yang Urgen

JAYAPURA – Sejumlah fraksi masih memberi catatan terkait pengalokasian dan penggunaan APBD tahun anggaran 2023 yang dianggap patut untuk dikawal. Lembaga DPRP menyebut ekektifitas penggunaan anggaran harus melihat pelayanan dasar dan sesuai dengan sistem pengalokasian anggaran.

Meski tahun ini dan ke depan dipastikan angaran tidak “segemuk” tahun – tahun sebelumnya namun pemerintah harus tetap konsisten dan lebih cerdas menggali pendapatan dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Terkait ini pemerintah provinsi  akhirnya memberi jawaban dimana eksekutif setuju untuk memprioritaskan belanda terhadap pelayanan dasar sebab sesuai dengan PP nomor 106 tahun 2021 tentang kewenangan dan kelembagaan pelaksanaan kebijakan Otsus Papua.

Plh Gubernur yang membacakan langsung jawaban atas pandangan fraksi menyampaikan bahwa penyusunan APBD TA 2023 telah sesuai dengan regulasi dan perundang – undangan. Dengan melihat capaian kerja APBD hingga triwulan II.

“Penyusunan APBD tahun 2023  tetap dilakukan secara konsisten dan berorientasi pada peningkatan pembangunan manusia mellaui peningkatan akses dan kualitas pendidikan,” jelas Ridwa Rumasukun pada rapat paripurna dengan agenda mendengar jawaban atas pandangan umum fraksi dan kelompok khusus terhadap rancangan perda Papua tentang perubahan anggaran dan pendapatan belanja daerah di ruang sidang DPRP, Rabu (23/8).

Terhadap alokasi anggaran wajib baik pendidikan, kesehatan dan insfrastruktur untuk mengurangi masalah ketimbangan social daerah telah terpenuhi dalam perubahan APBD 2023 yang meliputi alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD sesuai amanat UUD 1945 pasal 31 ayat (4) dan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional pasal 49 ayat (1) serta besaran anggaran kesehatan dialokasikan minimal 10 persen dari APBD di luar gaji sesuai dengan UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Lalu terkait BUMD yang belum optimal ini juga menjadi perhatian eksekutif rngan melakukan evaluasi terhadap kinerja bisnis yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan mendorong perbaikan managemen dan penilaian yang objektif,” sambung Rumasukun.

Pemprov juga sependapat terkait peningkatan ekonomi kerakyatan orang asli Papua. Sedangkan pandangan dewan menyangkut penggunaan dana cadangan, dikatakan bahwa selama ini itu betul – betul diperuntukkan pada program yang bersifat strategis, penting dan mendesak serta berhubungan langsung dengan capaian prioritas daerah dan unggulan daerah dalam bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian rakyat.

“Sedangkan untuk beasiswa unggulan, kami telah menyelesaikan tunggakan beasiswa unggulan tahun 2022 dan tahun 2023 dari Januari hingga Juni 2023. Pendanaan selanjutnya diserahkan kepada mekanisme yang diatur pemerintah pusat dengan tidak lagi membebani APBD Papua,” tutup Rumasukun. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

3 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

3 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

3 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

3 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

3 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

3 days ago