Categories: BERITA UTAMA

Sejumlah Temuan di Waropen Dibeberkan Organisasi Kepemudaan

JAYAPURA – Agenda 100 hari kerja yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Waropen dikritisi. Ada sejumlah catatan dari organisasi kepemudaan yang perlu disikapi pemerintah.

Kelompok pemuda ini nampaknya kecewa dengan kondisi pemerintahan di Waropen yang dianggap belum bisa menjalankan kebijakan secara transparan terutama berkaitan dengan anggaran.

Mereka khawatir satu ketika muncul temuan dan akhirnya para pejabat harus berhadapan dengan hukum.

“Kami mempertanyakan ouput dari (100) Seratus hari kerja Bupati Waropen. Karena kami lihat arahnya tidak jelas dan banyak kebijakan tidak ditepati atau melenceng,” kata Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Organisasi Kepemudaan dan Aktivis Pemuda Peduli Papua, Rando Rudamaga didampingin rekannya, Paul Ohee di Abepura, Selasa (22/7).

Ia menjelaskan bahwa dari kepemimpinan awal, bupati dan wakilnya menjanjikan sejumlah hal namun hingga kini belum ada yang direalisasikan.

“Kami tak mau ketika sudah ramai baru ada orang-orang dekat yang mengklarifikasi,” singgung Rando. Ia menyinggung janji bupati soal Bandara Botawa yang tidak ada tindak lanjut terkait rute penerbangan.

Kemudian pelabuhan kapal putih terkait pembangun border penyangga, pembangunan talud Asrama Mahasiswa Waropen Kota Studi Jayapura, Biaya Mubes IV IMAWAR dan Perubahan SK DPRK Waropen yang bukan Alkitab. “Inikan jadinya menimbulkan banyak pernyataan dari berbagia pihak terkait apa yang telah disampaikan atau dijanjikan oleh bupati,” tambahnya.

Lalu mereka juga mempertanyakan biaya sebesar Rp 6 miliar yang dituangkan dalam MoU antara Bupati Waropen dengan PT Belibis Putra Mandi menyangkut subsidi kapal cepat ekspres bahari yang melayani transportasi laut dengan rute Biak, Waropen dan Serui. MOU ini dikatakan dilakukan sepihak oleh bupati tanpa ada persetujuan DPRK Waropen dan dinas terkait.

“Biaya tersebut tidak masuk dalam rencana pembiayaan tetapi terkesan dipaksanakan secara sepihak. Kami berasumsi jangan- jangan ada permainan yang disepaki oleh kedua belah pihak,” tambahnya. Dikatakan masyarakat di Waropen yang lebih sering menggunakan transportasi kapal cepat hanyalah para pejabat atau orang yang memiliki ekonomi bagus.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Dituding Sebagai Dalang Konflik, Gubernur Tabo Bikin Laporan Polisi

Gubernur Papua Pegunungan memastikan telah membuat laporan polisi ke Polres Jayawijaya atas informasi hoaks yang…

51 minutes ago

Hanya Tersisa Dua Guru, SD Kampung Wumuka Terancam Gagal Ujian

Jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dasar (SD) di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat…

2 hours ago

Ke Depan, Pengelolaan Dana Otsus Diserahkan ke Masyarakat!

Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah turun gunung ke Kabupaten Mimika untuk menjaring aspirasi…

3 hours ago

Tolikara Bergerak Untuk Iman, Pemkab Tolikara All Out Sukseskan Rapat BPL GIDI di Kanggime

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seksi infrastruktur melakukan peninjauan pembangunan akses jalan,…

4 hours ago

Gubernur Ajak Warga Kampung Kaniskobat Dukung Program Pembangunan

Selain itu, Apolo juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dan turut serta dalam pembangunan…

5 hours ago

FLS3N dan O2SN Ajang Melatih Anak Bangun Sportifitas dan Kerja Keras

‘’Sebuah prestasi tidak dihasilkan secara instan tapi lewat kerja keras, berjenjang dan penuh disiplin. FLS3N…

6 hours ago