Categories: BERITA UTAMA

Lagi 163 Pedagang Reaktif Rapid Test

Seorang pedagang Pasar Youtefa saat menjalani rapid test di Pasar Baru Youtefa, kemarin. (FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Jumlah pedagang Pasar Youtefa yang dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test, bertambah, Selasa (23/6). Jika pada hari pertama, Senin (22/6) ada 73 pedagang yang dinyatakan reaktif rapid test, hari kedua kemarin dari 535 pedagang yang menjalani rapid test, sebanyak 163 orang dinyatakan reaktif.  

“Hasil rapid test hari kedua memang banyak yang reaktif. Dari 535 orang pedagang yang menjalani rapid tets, ada 163 orang yang hasil rapid testnya reaktif,” ungkap Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Ir .H. Rustan Saru, MM., kepada Cenderawasih Pos, Selasa (23/6). 

Rustan Saru menyebutkan, pedagang atau warga yang hasil rapid testnya reaktif akan menjalani karantina mandiri di BPSDM Diklat Kotaraja. Sementara yang sudah menjalani swab test dan hasilnya dinyatakan positif, akan menjalani karantina di Hotel Sahid Papua atau perawatan di rumah sakit bagi yang memiliki gejala. 

Disinggung tentang kemungkinan ditutupnya Pasar Youtefa akibatnya banyaknya pedagang yang rapid testnya reaktif, Rustan Saru yang juga Wakil Wali Kota Jayapura mengatakan, aktivitas Pasar Youtefa tetap dibuka seperti biasa. Sebab pasar tersebut merupakan sentral perekonomian masyarakat di kota ini dan apabila ditutup akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat di Kota Jayapura dan sekitarnya. 

“Pasar tetap akan dibuka dengan penerapan protokol kesehatan. Semua yang beraktivitas di pasar baik itu, pedagang maupun pembeli, wajib mentaati protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker dan mengatur jarak. Termasuk selalu mencuci tangan atau menggunakan handzanitaezer. Intinya warga yang beraktivitas tanpa terkecuali, wajib mengikuti anjuran pemerintah,” tambahnya.

Untuk kegiatan rapid test massal di Pasar Youtefa ini, Gugus Tugas Covid-19 menargetkan merapid test kurang lebih 1.800 pedagang. Rapid test menurut Rustan Saru dilakukan terhadap warga yang beraktivitas di pasar dan terminal. “Ini kami lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Untuk itu, pedagang atau masyarakat tidak perlu takut. Karena ini sangat penting dan jika ada yang reaktif atau positif tetap menjadi perhatian Pemkot ayapura melalui tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura,” pungkasnya.(dil/nat)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

9 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

10 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

11 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

12 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

13 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

14 hours ago