Categories: BERITA UTAMA

Urus Surat Bebas Narkoba, 14 Orang Positif Narkoba

Tampak aktivitas warga yang mengurus surat bebas narkoba di kantor Biddokkes Polda Papua di samping RS Bhayangkara Polda Papua di Kotaraja,  Distrik Abepura, Kamis (23/5) (FOTO : Noel/Cepos)

JAYAPURA-Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Papua menemukan 14 orang pencari kerja (Pencaker) dan siswa lanjutan positif mengonsumsi narkoba ketika mengurus surat bebas narkoba.

Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr. Ramon Amiman menyebutkan, 14 orang tersebut terindikasi menggunakan narkoba jenis ganja. 

“Rata-rata yang terdeteksi usia 15 – 20 tahun, lebih banyak ganja dan yang terindikasi mengonsumsi obat-obatan belum ada. Sampai dengan bulan ini 14 orang yang terindikasi dan tahun 2018 sebanyak 24 orang, ” ungkapnya, Kamis (23/5). 

Menurut dr. Ramon, biasanya pengguna narkoba atau obat-obat menghindari tes urine atau tidak menggunakan narkoba apabila akan melakukan tes urine. Tetapi yang terindikasi positif mengonsumsi narkoba dalam tes urine ini biasanya malas tahu sehingga saat dilakukan tes urine terdeteksi menggunakan narkoba.

“Kebanyakan pelajar usia SMP dan SMA/SMK. Kami mempunyai petugas konseling yang akan memberikan mereka nasehat agar berhenti mengonsumsi narkoba. Kami juga akan sampaikan bahwa apabila mereka ulang lagi,  kami akan sampaikan ke penyidik untuk dimonitor dan apabila tertangkap tangan, maka harus berurusan dengan hukum, ” ujarnya.

Ditambahkan, dampak dari penyalahgunaan narkoba ini tentunya sangat merugikan pemakainya. Selain berpengaruh terhadap kondisi tubuhnya, penyalahgunaan narkoba juga bisa berdampak pada masa depan pengguna baik dalam melanjutkan studi atau mencari pekerjaan. 

“Kalau dia pemakai akan sangat merugikan user, sebab produktivitasnya sangat rendah  dan tidak bisa mencapai target yang ditentukan, baik di akntor pemerintah maupun swasta. Sebab pemakai bisa banyak melakukan kelalaian, tidak disiplin dan ini tentunya merugikan dirinya sendiri. Apalagi kalau sampai mendapat sangsi hukum,” tuturnya. 

Untuk itu, dr. Ramon mengharapkan orang tua agar terus mengawasi dan memonitor anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. 

“Sekarang ini ketahanan keluarga yang paling utama dan semua orang tua mengalaminya. Saya juga mengalami sebagai orang tua bagaiman ribetnya mengurus anak, walau mereka lebih dari 20 tahun tetapi harus mereka dikawal terus,” pungkasnya. (oel/nat)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

18 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

19 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

20 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

21 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

22 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

23 hours ago