Akibat kondisi tersebut, pada Rabu (21/1) RSUD Jayapura hanya melayani operasi bersifat emergency, sementara seluruh operasi elektif ditunda. Jan menegaskan, persoalan serupa telah berlangsung sejak dirinya mulai bertugas di RSUD Jayapura tahun 2018. Selama delapan tahun, masalah yang sama terus terjadi tanpa penyelesaian yang nyata.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Papua sebagai pemilik rumah sakit serius memperhatikan dan membenahi pelayanan kesehatan, khususnya di RSUD Jayapura. “Kami tidak menuntut hal yang berlebihan, hanya pelayanan standar sesuai SOP dan standar akreditasi. Kami dididik dengan standar pelayanan yang jelas, tetapi di sini dipaksa bekerja di bawah standar,” tegasnya.
Ia juga menilai, kondisi pelayanan RSUD Jayapura saat ini belum mencerminkan statusnya sebagai rumah sakit rujukan nasional ke-14 di Indonesia.
“Ini jangan dijadikan hal yang biasa hanya karena Papua. Kita harus maju, pemerintah perlu melihat masalah yang ada di depan mata dan segera memperbaiki layanan kesehatan di RSUD Jayapura sesuai standar,” pungkasnya. (jim/fia/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Pemerintah menegaskan bahwa perubahan ini tidak hanya pemindahan kewenangan, tetapi juga mencakup peralihan pegawai,…
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Solidaritas Perempuan Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP)…
Kapolres Jayawijaya melalui kasat Narkoba Iptu Jan Benyamin Saragih, SH menyatakan tersangka DM masuk dalam…
Rustan Saru mengatakan, berbagai tahapan seleksi telah dilalui, mulai dari uji kompetensi hingga proses administrasi…
Terduga pelaku sendiri saat kejadian tersebut diduga dalam pengaruh minuman keras. Kapolsek Merauke Kota melalui…
Hingga pukul 09.00 WIT, jumlah pegawai yang hadir baru mencapai sekitar 50 persen. Bahkan, pada…