Ini dibenarkan oleh Alex Waisimon yang melihat bahwa ancaman sagu terhadap hutan di Papua sangat nyata. “Harus saya akui bahwa saat ini kami juga sedang perang untuk memerangi masuknya perusahaan sawit khususnya di wilayah Grime. Ini bahaya sekali sehingga kami butuh dukungan semua,” papar Alex.
Ia tak ingin dari masuknya perkebunan sawit akhirnya merusak habitat Burung Cenderawasih yang selama ini menjadi tempat ia dan timnya mencari makan lewat eko wisata bird waching.
“Sudah pasti keberadaan Cenderawasih akan terganggu, pohon yang digunakan untuk membuat sarang atau bermain ditebang dan hilang. Itu tidak boleh terjadi,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, timnya masih memiliki celah dalam melakukan transisi menyerang-bertahan. Sehingga ia ingin membenahi dua situasi…
Beberapa rangkuman perjalanan KONI Papua sepanjang tahun 2025, yakni penguatan fondasi melalui perekrutan atlet. KONI…
Haris menjelaskan, khusus untuk persoalan TPP ASN, hal tersebut telah dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menjelaskan bahwa tidak adanya pembayaran TPP pada tahun 2025 disebabkan karena…
Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus,…
‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di…