

Tim Aspidsus Kejaksaan Tinggi Papua saat memberikan keterangan pers terkait penyitaan uang Rp 3 miliar hasil korupsi dana PON XX Papua di Kantor Kejadi Papua, Senin (22/10). (Foto: Jimi cepos)
Kejati Papua Kembali Sita Uang Rp 3 Miliar
JAYAPURA – Setelah sebelumnya Aspidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua mempublis penyitaan uang Rp 6,4 miliar dari dugaan korupsi dana PON XX Papua, Senin (22/10) kemarin Aspidsus kembali menunjukkan sejumlah uang berjumlah Rp 3 miliar yang juga diduga hasil korupsi dana PON XX. Disini pihak kejaksaan juga menetapkan satu tersangka berinisial RL.
Pengungkapan tersebut disampaikan langsung oleh Aspidsus Kajati Papua Nixon Mahuse, saat mengelar konferensi pers bersama sejumlah wartawan di kantor Kejari Papua, Senin (21/10). Nixon mengatakan uang senilai Rp 3 miliar itu disita dari salah seorang vendor berinisial A.
“Uang tersebut merupakan hasil dari kong-kalikong tersangka RL dan vendor berinisial A,” ucap Nixon di kantornya kemarin. Nixon mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, uang tersebut merupakan kelebihan dari nilai pembayaran kontrak perjanjian sebesar Rp 19 M ke rekening vendor A.
“Nilai kontrak pembayaran Rp 19 M, namun tersangka RL mengirim Rp 24 M ke rekening vendor A,” ujarnya.
Nixon menjelaskan, total uang yang berhasil diselamatkan oleh Kejati Papua sementara ini sudah mencapai Rp 9,4 miliar dari dua (2) vendor. “Meski kerugian negara telah dikembalikan, hal itu tidak menghapus tindak Pidana yang telah dilakukan,” jelas Nixon.
“Satu persatu pelaku pelan – pelan akan kami ungkap,” imbuhnya. Ditempat yang sama, Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kajati Papua Valery Sawaki menjelaskan, terkait uang senilai Rp 3 Milyar yang disita oleh tim penyidik Kajati Papua.
“Uang tersebut adalah kelebihan bayar yang dilakukan di bidang II pemasaran,” ujar Sawaki Kata Sawaki, uang Rp 3 milyar tersebut disita dari vendor berinisial A dengan nama perusahaan LAP.
Page: 1 2
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan bakal menindaklanjuti masalah rencana pengembangan lahan perkebunan Perusahaan Perkebunan Kelapa…
Di luar ruangannya, puluhan taksi konvensional (angkot) berwarna putih berbaris rapi di bawah bayang-bayang bangunan…
Peristiwa ini bermula ketika personel piket Polsek Kuala Kencana yang dipimpin Kanit Sabhara Ipda Eko…
Pihak rektorat Universitas Cenderawasih (Uncen) akhirnya memberikan respons terkait tuntutan kelompok mahasiswa yang menggelar aksi…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, memastikan pelayan publik berjalan optimal baik di sektor pendidikan dan…
Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Persetujuan Pemusnahan dari Menteri…