Ratusan Reptil yang akan diselundupkan lewat cargo bandara Mopah Merauke dengan tujuan Jakarta berhasil digagalkan petugas Karantina Papua Selatan Sabtu (20/4) kemarin. Usaha pengiriman reptil tersebut digagalkan selama dua hari berturut-turut yakni Jumat (19/4) dan Sabtu (20/4).(foto:Humas Karantina Papua Selatan For Cepos)
MERAUKE– Satuan Pelayanan Bandar Udara Mopah Karantina Papua Selatan menahan dan menggagalkan ratusan reptil yang hendak diselundupkan ke Jakarta melalui Bandar Udara Mopah selama 2 hari, Jumat dan Sabtu (19-20) April 2024.
“Maraknya penyelundupan membuktikan pasar reptil besar. Bila terus berlanjut, dipastikan fauna asal Merauke akan punah. Dua hari ini, total 190 reptil kami tahan,” ungkap Kepala Karantina Papua Selatan Cahyo, Mingu (21/04/2024).
Cahyo menjelaskan, pada Jumat pagi (19/04/2024), Karantina menahan reptil setelah mendapatkan informasi saat petugas Avsec, Muhammad Ridwan yang bertugas di Cargo Bandar Udara Mopah sedang melaksanakan pengoperasian mesin x-ray.
“Merasa ada kecurigaan terhadap beberapa barang, maka dilakukan pemeriksaan manual dengan disaksikan oleh beberapa orang untuk melihat isinya,” ungkap Anastasia Diva Putri, Dokter Hewan Karantina Ahli Pertama.
Keterangan kemasan barang menyatakan bahwa isinya barang tersebut adalah herbal. Namun untuk memastikan kebenarannya barang dibuka dan hasilnya ditemukan ratusan reptil dengan berbagai ukuran.
“Pada hari Jumat, total 157 reptil terdiri dari 145 ekor kadal soa payung dan 12 ekor biawak coklat. Semuanya ditahan Karantina dan akan dimasukkan kedalam kandang penahanan,” ungkap Ketua Tim Gakum Karantina Papua Selatan Suwarna Duwipa.
Satu hari berselang, pada Sabtu pagi (20/4) pejabat Karantina yang bertugas di Cargo Bandar Udara kembali menahan puluhan kadal setelah mendapatkan informasi dari jasa pengiriman.
“Personil Lion Parcel mendatangi meja pelayanan Karantina karena dirasa curiga terhadap isi paketnya. Setelah dibuka bersama, terdapat 33 ekor kadal soa payung,” kata pejabat Karantina Samijan yang sedang bertugas di Cargo. Pemilik paket mengelabui petugas dengan memberikan keterangan kemasan “kotak rias”.
Kepala Karantina Papua Selatan Cahyono menjelaskan biawak coklat dan kadal soa payung merupakan satwa endemik Merauke yang statusnya dilindungi.
“Sangat disayangkan penyelundupan satwa liar masih terjadi. Mari kita jaga flora dan fauna endemik Merauke agar tetap ada dialam,” tutup Cahyono. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Sebanyak 115 butir telur burung paruh bengkok yang berhasil diamankan saat diselundupkan melalui bagian kargo…
Menurut Alberth, pemasangan CCTV tidak hanya dibutuhkan di kawasan Ring Road, tetapi juga di seluruh…
Proses serah terima hingga pemakaman difasilitasi oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayapura. Rangkaian kegiatan…
AKP Putut mengatakan bahwa saksi yang diperiksa diantaranya adalah pemilik bengkel serta teman-teman korban. Selain…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan Benyamin Saragih, SH menyatakan suburnya pembudidayaan ganja dan…
Setiap penumpang yang memiliki tiket, baik penumpang dengan fasilitas seat maupun non-seat secara otomatis mendapatkan…