Categories: BERITA UTAMA

Jelang Natura, Polda Papua Bakal Operasi Miras

Pelaku pembuat CT,  Harianto Biga tak berkutik ketika  tempat pembuatan Miras lokal CT miliknya digerebek anggota Satuan Narkoba Polres Jayawijaya,  Minggu (21/11). (FOTO: Denny/Cepos )

JAYAPURA-Menjelang Natal dan tahun baru (Natura), Direktorat Narkoba Polda Papua bakal melakukan operasi Minuman Keras (Miras). Operasi Miras ini juga bakal dilakukan seluruh Polres Jajaran yang ada di wilayah hukum Polda Papua.

Dirnarkoba Polda Papua, Kombes Pol. Alfian Tanjung mengatakan, operasi Miras yang dilakukan untuk tidak menganggu keamanan dan ketertiban menjelang Natal dan tahun baru di Provinsi Papua.

“Apalagi pasca Miras yang ditangkap di Yalimo, Kapolda sudah langsung memerintahkan untuk melakukan opersi Miras. Polda dan Polres Jajaran bakal melaksanakan operasi Miras jelang Natal dan tahun baru,” terang Alfian saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.

Dijelaskan, untuk pemberantasan Miras ilegal, pihaknya terlebih dahulu melakukan penyelidikan. Sebab, ketika anggota datang ke lokasi dengan menggunakan seragam dinas, para penjual Miras ilegal lari.

“Kita sudah buat cara bertindak untuk melakukan penyelidikan agar bisa menangkapan penjual Miras ilegal di pinggir jalan, karena sangat menganggu ketertiban orang lain. Terlebih kalau sudah mabuk menganggu masyarakat lain,” terangnya.

Lanjutnya, pihaknya akan melakukan operasi secara tertutup  maupun terbuka. Termasuk sudah mengetahui tempat tempat Miras yang dijual di pinggir jalan. Hanya saja, ada cara bertindak  tersendiri untuk menangkap penjual Miras yang ada di pinggir jalan.

“Operasi besar-besaran akan menyasar semuanya, terutama penjual Miras yang tidak memiliki izin. Untuk penjual yang memiliki izin akan kita lihat bagaimana izin ketentuanya, kemudian menjualnya tidak boleh di atas jam 10 malam,” jelasnya.

Dirnarkoba juga mengingatkan kepada anggota Polri untuk tidak terlibat dalam jual beli Miras apalagi membekengi. Sebab, risikonya untuk anggota yang terlibat sangat besar jika ketahuan.

“Anggota Polri yang ketahuan menjual Miras atau melakukan bekingan, risiko ancamannya lebih  berat daripada orang umum. Anggota tersebut akan langsung diproses secara hukum, disiplin atau kedinasan dan langsung diproses Kabid Propam,” terangnya.

“Anggota  Polri untuk tidak terlibat dalam jual beli  Miras atau membekingi, karena seharusnya kita  memberantas bukan harus membekingin,” tutupnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Demo Pecah di Waena, Aparat dan Massa Sama-sama Terluka

​Di kawasan Ekspo dan Perumnas lll Waena, suasana memanas sejak siang hari saat massa aksi…

55 minutes ago

Korban Gempa NTT Terus Bertambah, 68 Orang Meninggal, 213 Luka-Luka

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, korban meninggal dunia tersebar di tujuh kabupaten terdampak.…

2 hours ago

Bupati Keerom Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Bupati Keerom, Piter Gusbager, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81…

4 hours ago

Sang Saka Berkibar, Tolikara Rayakan HUT Ke-81 RI Usung Semangat Persatuan dan Kebersamaan

Mengusung semangat “Nusantara Baru, Indonesia Maju”, seluruh rangkaian peringatan berlangsung tertib, aman, khidmat, sekaligus penuh…

5 hours ago

HUT ke-81 RI di Puncak Jaya Khidmat Tanpa Ada Gangguan

Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI,…

6 hours ago

​Gema Kemerdekaan dari Tiom Tegaskan Komitmen Membangun dari Pelosok

​Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd. membacakan amanat tertulis yang memberikan…

7 hours ago