Categories: BERITA UTAMA

Tidak Benar Bandara Akan Ditutup

dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)

JAYAPURA- Beredarnya kabar perihal penutupan kembali Bandar Udara Sentani akibat terus meningkatnya kasus positif Covid-19 di Papua, Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar (hoaks), terlebih pihaknya tidak pernah sekalipun mendiskusikan hal tersebut.

“Kabar itu hoax. Selama ini diskusi kami dengan Tim Satgas Covid-19 Provinsi Papua, tidak pernah disinggung menyangkut penutupan bandara dan sebagainya,” terang dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., Selasa (21/7) kemarin.

Sebaliknya, kata dr. Sumule, dengan belum berakhirnya masa inkubasi 28 hari (4 – 31 Juli), maka pihaknya masih tetap menjalankan Surat Edaran Gubernur yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Papua.

“Saat ini kami masih tetap menjalankan Surat Edaran yang dirilis Pemprov Papua, yang mana merupakan hasil kesepakatan Gubernur Papua bersama Forkopimda Papua,” tambahnya.

Secara terpisah, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musa’ad, membantah kabar ditutupnya kembali Bandara Sentani tersebut. Namun, dirinya tak menampik jikalau kemungkinan penutupan itu bisa terjadi, namun tergantung pada eskalasi masalah yang dihadapi.

“Kemungkinannya bisa saja terjadi, yang mana tergantung dari eskalasi masalahnya. Namun, sampai hari ini, belum ada kebijakan seperti itu (penutupan bandara). Pemprov Papua masih tetap mengacu pada kesepakatan bersama yang berlaku hingga 31 Juli akhir bulan ini,” terang Muhammad Musa’ad.

Setelah 31 Juli, barulah kemudian dilakukan kembali pertemuan dengan tujuan untuk melakukan evaluasi dari kerja yang telah dilakukan sejak 4 Juli lalu. Jikalau nantinya hasil evaluasi tersebut memutuskan bahwa dilakukannya kembali pengetatan terhadap masuk keluar masyarakat melalui transportasi udara, maka hal tersebut tidak diputuskan secara sepihak oleh Pemprov Papua, melainkan bersama stakeholder terkait, termasuk Forkopimda dan bupati/wali kota se-Papua, serta komponen masyarakat lainnya.

“Jadi, kita menunggu sampai 31 Juli baru kemudian kita evaluasi dan pastikan bagimana keputusannya,” pungkasnya. (gr/gin)

newsportal

Recent Posts

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

1 day ago

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

1 day ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

1 day ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

1 day ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

1 day ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

2 days ago