

Aksi demo dari Forum Non ASN diwarnai dengan massa membakar ban di halaman kantor Gubernur Papua, Jumat (19/4) kemarin. (FOTO:Jimi/Cepos)
Pendemo Sempat Bakar Ban di Kantor Gubernur
JAYAPURA – Aksi protes dari Forum Aliansi Honorer Papua di Kantor Gubernur Papua di Jl Soa Siu Dok II Jayapura berlanjut. Jika selama ini terkesan selow namun pada aksi Jumat (19/4) kemarin sore nampak tegang.
Pasalnya, pendemi merasa kecewa dengan ketidakhadiran Pj Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun untuk menjawab semua keluhan mereka.
“Tentunya kami sangat kecewa dengan pemerintah yang ada dan apa pun juga kami tetap anggap pemerintah adalah orang tua kami, pimpinan kami yang kami percaya dengan segala kebijaksanaan,” kata Melvin Tokoro (40) salah satu pegawai Honorer yang ikut demo, kepada Cenderawasih Pos, Jumat (19/4) kemarin.
Bahakan kata Melvin hampir 200 orang yang bermalam di halaman kantor gubernur tersebut, mulai sejak Kamis (18/4) pagi hingga Jumat (19/4). Melvin sesalkan pemerintah hingga saat ini belum memberikan kejelasan terhadap masa depan dirinya dan teman-teman honorer lainnya.
Ia mengaku kesal dengan pemerintah karena tidak memberikan kepastian, sementara di sisi lain dia menyingung dengan pegawai yang usianya dibawah 35 tahun sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dan sudah bekerja di OPD yang ada.
“Sedangkan adik-adik yang lain di bawah 35 tahun mereka sudah mendapatkan SK dan mereka hari ini bisa ditempatkan di OPD-OPD yang ada mereka sudah bekerja, mereka sudah terima hasil, tentu kami sebagai senior merasa kecewa,” ujarnya.
Udang Selingkuh Wamena adalah lobster air tawar endemis Papua yang secara ilmiah termasuk dalam Cherax…
Dialog tersebut mengusung tema "Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial. Wagub Paskalis mengemukakan banyak masyarakat…
Medical Klinik pertama milik orang asli Papua kini hadir di Merauke seiring dengan peresmian dan…
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap seorang pemuda berinisial EK (18) di Kampung Bilogai,…
Ramainya perbincangan warganet di media sosial terkait rencana kehadiran Bajaj di Papua mendapat tanggapan dari…
Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan meminta maaf kepada keluarga korban dan korban terdampak…