Categories: BERITA UTAMA

Menteri Pigai Jangan Bangga, Banyak Kasus HAM Papua Tak Tuntas

JAYAPURA – Indonesia diketahui telah resmi menjadi nakhoda Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penetapan Indonesia menjadi presiden Dewan HAM PBB ini dilakukan pada, 8 Januari 2026 di Jenewa, Swiss. Terpilihnya Indonesia menjadi presiden dewan HAM PBB tidak lepas dari kerja keras sang Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai.

Kepada wartawan di Universitas Cenderawasih (Uncen) pada, Senin (20/1/2026) pria yang akrab disapa Pigai itu mengatakan bahwa Indonesia saat ini telah menjadi orang nomor satu di dunia internasional dibidang HAM. Dengan percaya diri, Pigai menyebutkan bahwa presiden dewan HAM PBB yang dipercayakan kepada Indonesia itu merupakan suatu penghargaan dan kehormatan besar stas perjuangan pihaknya dalam membela HAM selama ini.

“Ini adalah prestasi yang luar biasa. Kita sudah rebut kursi dewan HAM PBB. Di dunia internasional kita suda menjadi orang nomor satu dalam dunia HAM. Di dalam negeri kamu mau perubahan nggak?, disana (internasional) kita sudah bagus ini,” kata Pigai.

Menurutnya semua pihak dapat merubah bangsa ini tanpa terkecuali. Asalkan dengan martabat kemanusiaan. Sebutnya yang menghadirkan ketidakadilan di dalam negeri ini adalah jutaan penduduk Indonesia.

Karena itu Pigai mengatakan untuk mengurangi ataupun meniadakan pelanggaran HAM yang terjadi di dalam negeri terutama di Papua harus dimulai dari dalam diri sendiri, apakah ingin merubah?. “Mau nggak sekarang kita rubah?, wibawa kita di dunia internasional sudah baik. Seharusnya di dalam negeri juga harus ada perubahan. Jadi kalau mau mengerem, mau meniadakan, mengurangi pelanggaran-pelanggaran maka, kembali kepada diri kita sendiri, kita mau merubah nggak?,” jelas Pigai.

Sebagai menteri HAM, Pigai mengaku dirinya hanya bisa membuat regulasi dan aturan-aturan. Selain itu pihaknya juga hanya bisa melakukan sosialisasi, penyuluhan hingga membuat pusat studi HAM. Akan tetapi, program tersebut tidak akan berjalan dengan baik apabila rakyat tidak berubah.

Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus melakukan perubahan secara masif didalam negeri, agar Indonesia selalu dikenang dunia internasional akan perlindungan hak asasi manusia. Karena itu pihaknya terus menghadirkan program-program yang membangunkan peradaban dengan melakukan sosialisasi dan pendidikan terhadap masyarakat terutama mahasiswa.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Pemkot Jayapura Raih Opini WTP ke-13 Kali dari BPK RI

Pemerintah Kota Jayapura kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan daerah dengan meraih Opini Wajar…

7 hours ago

BTM: Amankan Pemain Muda

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano meminta kepada manajer klub Owen Rahadiyan untuk segera…

8 hours ago

Pipa Induk Patah Akibat Longsor, Distribusi Air PT AMJ Macet

Akibat kerusakan itu, pelayanan air bersih di Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan dan Abepura terdampak…

9 hours ago

Transparansi Dianggap Penting, Pastikan Masyarakat Dapat Informasi yang Benar dan Jelas

Langkah strategis ini mencakup tiga pilar utama yakni pengembangan layanan spesialistik, peningkatan kualitas Sumber Daya…

10 hours ago

​Pendaftaran Calon Ketum KONI Papua Dibuka Hanya 4 Hari

Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Provinsi Papua resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua Umum…

11 hours ago

Rumah Singgah Diharap Segera Difungsikan

Ketua Komisi D DPRK Kota Jayapura, Deli L. Watak, berharap rumah singgah yang telah didorong…

12 hours ago