Categories: BERITA UTAMA

Disinyalir Dilakukan Oleh Kelompok DPO

JAYAPURA – Pasca penyerangan yang dilakukan terhadap rombongan TNI yang mengerjakan pembangunan jembatan, hingga Jumat (21/1)  pihak TNI masih berduka. Bagaimana tidak, salah satu korban yang gugur adalah putera asli Raja Ampat yang menjadi kebanggaan keluarga.

Bahkan kabarnya pihak keluarga tidak terima dengan kejadian ini. Hanya dari berbagai upaya yang dilakukan oleh kelompok berseberangan ini, menurut Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) memastikan tidak menyulutkan semangat dalam mempertahankan kedaulatan NKRI di tanah Papua Barat.

“Selangkah pun kami tak mundur dengan serangan ini, kami akan tetap berjuang untuk mempertahankan kedaulatan NKRI,” tegas Pangdam Cantiasa seperti rilis yang disampaikan Kapendam XVIII/Kasuari, Kolonel Arm Hendra Pesireron, S.Sos., kemarin (21/1).

Mereka juga menyampaikan bahwa kelompok yang melakukan penyerangan adalah Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua yang selama ini beroperasi diwilayah Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. KST sendiri istilah yang digunakan oleh TNI sedangkan untuk kepolisian biasa menggunakan sebutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sementara itu, menurut Kapendam Hendra Pesireron, keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari berduka atas wafatnya Sersan Dua Miskel Rumbiak dalam serangan tersebut. “Kami kehilangan satu putra asli Papua dari Raja Ampat, marga Rumbiak Saereri,yang mengabdi untuk tanah dan masyarakatnya namun diperlakukan tidak manusiawi oleh KST Papua,” ujar Kapendam mengutip pernyataan Panglima Kodam Kasuari.

Pangdam mengatakan, Sersan Dua Miskel Rumbiak bersama empat anggota korban luka-luka, diserang saat sedang melaksanakan tugas pembinaan teritorial untuk kepentingan masyarakat lokal di Distrik Aifat Timur.

“Prajurit Yonzipur 20/PPA sedang membangun sarana jembatan penyeberangan, satu-satunya akses penghubung antara kampung Fan Khario dan kampung Kamat di Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, tapi mereka lalu diserang KST Papua,” ujar Kapendam.

Untuk kelompoknya sendiri disinyalir dilakukan oleh kelompok yang sama yaitu Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang masuk dalam status DPO (Daftar Pencarian Orang). “Kuat dugaan kami ke situ. Ini KNPB Maybrat yang sudah berstatus DPO pasca-penyerangan Pos Koramil persiapan di Kampung Kisor September 2021 lalu,” sambung Pasireron.

Sekilas Kapendam menjelaskan bahwa prajurit Batalyon Zeni Tempur 20/Pawbili Pelle Alang atau disingkat Yonzipur 20/PPA merupakan Batalyon Zeni organik Kodam XVIII/Kasuari. Nama satuan ini diambil dari bahasa daerah setempat, yakni Pawbili yang artinya membangun dan Pelle artinya bertempur serta Alang memiliki arti Prajurit, yang dimaknai sebagai prajurit yang siap bertempur dan membangun.

Sementara pasca peristiwa penyerangan tersebut, Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Djoko Andoko langsung bergegas mewakili Pangdam menuju ke Sorong. Dalam tinjauannya, Kasdam didampingi Danrem 181/PVT, Asintel, Asops, Kazidam dan Dandim 1802/Sorong untuk melihat secara langsung kondisi para prajurit yang menjadi korban penyerangan dari KST Papua yang sementara ini di rawat di RS AL Sorong. (ade/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KKB

Recent Posts

Pendataan 2.500 Rumah Bantuan Pusat Dipercepat

emerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pendataan penerima program…

46 minutes ago

Target PAD Harus Tercapai, Wali Kota Pastikan Evaluasi Kinerja Seluruh OPD

Ia menjelaskan, evaluasi tidak hanya berfokus pada angka capaian, tetapi juga mencakup aspek tata kelola,…

2 hours ago

Terkendala Anggaran, BPOM Tak Uji Sample Menu MBG

Laporan keracunan makanan, dalam program andalan Presiden Prabowo Subianto yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih…

3 hours ago

Tren Kenaikan PAD Harus Dipertahankan

Agenda ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja pemerintah daerah sekaligus merumuskan langkah strategis ke…

4 hours ago

Hadirkan Ikon Baru, Dispar Genjot PAD Sektor Wisata

Di kawasan pesisir yang dikenal dengan panorama alamnya yang indah ini, Dispar menghadirkan wahana permainan…

5 hours ago

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

2 days ago