Disini Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB menyindir soal negara indonesia yang tidak mampu melawan pasukan TPNPB di Tanah Papua secara perang gerilya maka mereka menggunakan serangan bom menggunakan drone, pesawat tempur dan helicopter.
“Militer Indonesia telah kalah perang gerilya sehingga serangan udara menjadi alternatif negara indonesia selama perang di Papua,” tutup Sebby. Namun hingga kini belum ada informasi resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait tewasnya salah satu pemimpin TPNPB ini. Sebelumnya Lamek Taplo membuat laporan bahwa dirinya diserang menggunakan drone dan granat. Saat itu ia sempat memegng drone yang jatuh dan granat yang belum meledak. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…