Categories: BERITA UTAMA

PSU Pilgub Papua Terancam Batal

Junaedi juga menambahkan bahwa pelaksanaan PSU seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah pusat. Ia menyoroti kondisi keuangan daerah yang menurun pasca pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) dan adanya kebijakan refokusing anggaran.
“Kita ini sudah terjepit, PAD sedikit, ditambah lagi refokusing anggaran, jadi bagi kami PSU ini harus tanggjungjawab bersama,” sarannya.

Sementara itu, Anggota Fraksi Golkar, Tan Wie Long, menegaskan bahwa Fraksi Golkar menolak raperdasi tersebut karena penggunaannya sudah diatur dalam regulasi daerah.

“PSU adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah pusat harus membuka diri dan mendukung pelaksanaannya. Jangan semuanya dibebankan ke daerah, apalagi dengan memaksakan penggunaan dana cadangan. Itu jelas menyalahi aturan,” ujarnya.

Dengan penolakan dari seluruh fraksi, Raperdasi tentang Dana Cadangan tersebut, untuk PSU dipastikan tidak dimasukkan dalam Propemperda Tahun 2025. Dengan situasi ini, pemerintah provinsi nampaknya harus bergerak cepat untuk berkabar ke pemerintah pusat menyoal penolakan tersebut.

“Saya pikir itu sudah harus dilakukan sebab jika tidak ya bisa saja agenda pemerintahan akan terganggu. Pemerintah pusat harus segera mencarikan solusinya sebab secara aturan memang tidak boleh dana cadangan digunakan untuk membiayai PSU,” beber Tan Wie Long.

Salah satu politisi terlama di DPR Papua ini menjelaskan bahwa peruntukkan dana cadangan sudah jelas dimana hanya bisa dikeluarkan atau digunakan ketika situasi urgent dan itupun yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Selain itu tidak bisa.

“Jadi dana inikan sengaja disisihkan dari Dana Otsus dengan harapan ketika Otsus di Papua tidak lagi berlaku atau dicabut paling tidak Papua masih memiliki saving anggaran untuk tiga aspek tadi karena tujuannya mulia yakni untuk orang Papua,” bebernya.

Sekedar diketahui bahwa dana cadangan ini pada periode sebelumnya sempat digunakan untuk membiayai sektor pendidikan yang berkaitan dengan beasiswa mahasiswa luar negeri dan jumlah dana cadangan terus mengalami penurunan dimana pernah mencapai triliunan namun saat ini kabarnya jumlahnya tak lebih dari Rp 300 miliar. (rel/ade)

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Letkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program SatuanLetkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program Satuan

Letkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program Satuan

Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…

14 hours ago

Terima Tambahan DAU, Bupati Keerom Layangkan Apresiasi kepada Presiden Prabowo

Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…

15 hours ago

Mini Pameran Pembangunan Sebagai Bukti Nyata Kerja Pemprov Papeg

Kegiatan ini menjadi informasi dan bukti nyata, apa yang selama ini telah dikerjakan pemerintah daerah,…

16 hours ago

Kapolres Mimika: Kita Harus Siaga Setiap Saat

Suara dentuman meriam simulasi dan letupan gas air mata memecah keheningan Mimika, Papua Tengah. Di…

17 hours ago

LBH Desak MBG Dihentikan di Tanah Papua

   Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…

18 hours ago

Kondisi Membaik, Lima Pasien Keracunan MBG Pulang

Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan  usai mengonsumsi menu Makan…

19 hours ago