

Kondisi talud Gedung Pastori, Gereja Yeghar Sahaduta Dok 9 yang longsor akibat curah hujan yang cukup tinggi pada Rabu (18/12). Akibat longsoran ini pasar ikan di bawahnya rusak akibat tertimbun.(istimewa)
Talud Roboh, Pasar Ikan Dok 9 Tertimbun
JAYAPURA – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Jayapura mulai Selasa (17/12) hingga Rabu (18/12) mengakibatkan longsor di Dok 9 Distrik Jayapura Utara. Beberapa tempat di Kota Jayapura juga mengalami banjir, pohon tumbang. Salah satu yang terjadi di Distrik Jayapura Utara adalah talud di samping Gedung Pastori Gereja Yeghar Sahaduta Dok 9 longsor.
Akibatnya Los Pasar Ikan dok 9 tertimbun tanah. Kejadian ini terjadi Rabu, (18/12) sekira pukul 14.20 WIT di Jl. Tanjung Ria Dok XI pasar ikan.Menurut saksi Martha (54) ia sempat melihat talud tersebut roboh ketika hendak pergi belanja disalah satu kios.
“Pada saat kejadian saya hendak pergi keluar mau belanja ke kios kemudian saya melihat talud roboh dan saya melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar untuk diteruskan ke Polsek Jayapura utara,” jelasnya.
Menangapi informasi tersebut Polsek Jayapura Utara dipimpin oleh Iptu Ronde Mangelo beserta tujuh orang anggotanya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Akibat dari peristiwa ini diperkirakan kerugian material mencapai Rp 300 juta. Tingginya curah hujan di wilayah Papua pada umumnya terutama kota/kabupaten Jayapura saat ini membuat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura mengeluarkan peringatan dan himbauan.
Dalam himbauannya BMKG mengatakan masyarakat yang akan beraktifitas di luar ruangan disarankan untuk selalu melihat informasi prakiraan cuaca secara berkala. BMKG terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode musim penghujan ini utamanya mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor.
“Segera jauhi wilayah rawan bencana apabila terjadi hujan lebat dengan durasi lama,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura Heri Purnomo kemarin.
Ia mengimbau agar semua bisa lebih waspada dan tidak hanya saat berpergian tetapi yang tinggal di rumah juga harus waspada karena akan ada cuaca ekstrem yang terjadi dari pertumbuhan siklon. Heri menyebut puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada Januari – Februari dan berlanjut hingga April 2025.
“Kami mengimbau agar masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan menggunakan kapal laut, harus lebih berhati-hati, karena cuaca di perairan utara cenderung signifikan, ada cuaca ekstrem yang akan terjadi, ” Katanya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (18/12) kemarin.
Page: 1 2
Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…
Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…
Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…
Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…