Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua, melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), yang diwakili oleh Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua, menargetkan penyerahan materi Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2026 pada minggu ke 3 November.
Sehingga pada akhir November, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Papua Tahun 2026 dapat dibahas dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, dan Desember sudah bisa ditetapkan APBD Papua Tahun Anggaran 2026.


Plt Bapperida Papua, Jimmy Alberto Thesia menyampaikan bahwa sementara berproses. “Target kita adalah KUA-PPS sampai dengan rancangannya pada akhir November, jadi kita masih memiliki range waktu,” kata Jimmy, kepada Cenderawasih Pos, Selasa (18/11).
Jimmy mengatakan, batas akhir penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah adalah bulan Desember.
“Jadi semuanya masih sesuai denga ketentuan, sekarang kami masih melakukan proses-proses. Karena pagu anggaran yang mengalami penurunan cukup signifikan sekitar 70 persen,” ungkapnya.
Akibat penurunan pagu anggaran tersebut, maka pihaknya melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap program-program prioritas yang sampai hari ini sedang dalam tahap penyusunan.
Dalam laporan tersebut, kekayaan Suyudi terdiri atas sejumlah aset tidak bergerak dan bergerak. Untuk tanah…
”Kapolri baru, harapan baru untuk membenahi institusi Polri,” ujar Abdul Rachman Thaha yang akrab disapa…
Usai dilantik menjadi menteri koordinator bidang politik dan keamanan (menko polkam), Jenderal TNI Dudung Abdurachman…
Selama lebih dari dua dekade, ia memilih bertahan dan ikut merajut masa depan anak-anak di…
Aksi ini banyak muncul di media sosial mengingat para mahasiswa yang terlibat nampaknya telah siap…
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, melalui Ketua Tim Penyidik sekaligus Kepala Seksi Penuntutan Kejati Papua, Alfisius…