

Ratusan warga masyarakat Kampung Soanggama, Janamba dan Kulapa Distrik Hitadipa, Intan Jaya saat berkumpul untuk selanjutnya mengungsi pasca penyergapan di Kampung Soanggama, Intan Jaya, Jumat (17/19) (FOTO:Yoakim For Cepos)
Bupati Ingatkan Pendekatan Keamanan Harus Lebih Humanis
JAYAPURA– Pasca insiden penyergapan yang dilakukan Satgas Operasi Habema Kogabwilhan III di Kampung Soanggama, Distrik Homeyo Intan Jaya yang mengklaim telah menewaskan 14 orang yang berstatus anggota Operasi Papua Merdeka (OPM), muncul klarifikasi. Dari penelusuran di lapangan diketahui ternyata tidak semua yang tewas adalah anggota OPM.
Ada juga masyarakat sipil yang menjadi korban dari penyergapan tersebut. Tim Mediasi Konflik Papua, menegaskan bahwa 14 orang yang tewas dalam kontak senjata di Kampung Soanggama, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, bukan semuanya kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Hal ini diketahui setelah Tim Mediasi Konflik melakukan identifikasi terhadap para jenazah.
Ketua Tim Mediasi Konflik, Yoakim Mujizau membenarkan jika pada 14 Oktober 2025, Satgas Rajawali/I dan II Habema dan Satgas 712/WT masuk ke Kampung Janamba dan Soanggama, Kabupaten Intan Jaya. Setelah tim mengidentifikasi korban di Kampung Soanggama, dan mengumpulkan informasi dari masyarakat, mereka menyampaikan bahwa terdapat 15 korban. “Ternyata ada 15 orang yang menjadi korban dan tidak semuanya anggota OPM,” beber Yoakim, Jumat (17/10).
“Dari 15 orang itu, ada masyarakat sipil, seorang mono dan satu orang ibu rumah tangga yang menjadi korban saat aparat melakukan operasi penegakan hukum di Kampung Soanggama,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa, dari 15 orang yang menjadi korban penembakan aparat, sebanyak lima orang adalah anggota OPM, sementara lainnya adalah masyarakat sipil.Artinya ada 10 orang bertatus masyarakat sipil.
“Korban atas nama Agus Kogoya itu masyarakat, sementara Agus Kogoya yang anggota OPM masih hidup. Aparat di lapangan menyampaikan bahwa Agus Kogoya ini keliru, karena nama Agus Kogoya di Kampung Soanggama itu ada dua orang,” tambahnya. “Jadi setelah aparat melihat KTP atas nama Agus Kogoya, ia langsung ditembak. Padahal, dia bukan OPM, namanya saja yang sama,” tambahnya.
Pencarian yang dimulai pukul 06.00 WIT tersebut sempat terhambat oleh cuaca buruk, sehingga kapal KN.SAR…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan bantuan tersebut merupakan alokasi tahun 2025 untuk bulan…
Setelah seluruh pasukan Batalyon TP 860/NSK digeser ke Waropen, sudah dua minggu ini aktivitas di…
Kapolres Jayawijaya Melalui Kanit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polres Jayawijaya Ipda Muhammad Torib Basori,…
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Demarce meminta warga untuk lebih proaktif memeriksa kondisi lingkungan tempat tinggal.…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Kapolsek KPL Merauke, Iptu Muhammad Adam Srifaldy, SH, membenarkan…