Categories: BERITA UTAMA

Kapolda: Ini Kelompok Baru yang Jadi Sempalan

Aksi KKB di Kabupaten Pegunungan Bintang Jadi Perhatian Serius Polda Papua

JAYAPURA – Rentetan aksi yang dilakukan sekelompok pemuda yang mengatasnamakan dari Komando Bintang Timur di Pegunungan Bintang menjadi perhatian serius Polda Papua.

Rangkaian aksi mulai dari memalang kemudian melakukan kontak tembak, membakar sekolah dan membakar tempat usaha warga, dikatakan menjadi tindakan yang akan dijadikan catatan oleh aparat kepolisian.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengatakan, kelompok yang mengatasnamakan Bintang Timur ini merupakan kelompok baru yang kerap datang dan pergi.  Ini menurutnya mirip  kelompok sempalan yang mencari eksistensi.

Kapolda Mathius Fakhiri sendiri mengutuk keras tindakan yang terjadi dua hari terakhir di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan ini. Mulai dari pemalangan kemudian direspon dengan patroli polisi lalu disanggong hingga jatuh korban kemudian disusul pembakaran sekolah dan Selasa (19/9) pagi kemarin terjadi penghadangan dan penembakan terhadap anggota Satpol PP Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Kami mengutuk perbuatan yang dilakukan. Tindakan seperti ini khususnya bakar membakar fasilitas umum justru akan mempersulit masyarakat setempat. Itu untuk kepentingan masyarakat atau kepentingan anak-anak Papua jadi sangat biadap dan tidak berprikemanusiaan,” cecar Kapolda Mathius Fakhiri kepada wartawan, Selasa (19/9).

Ia mempertanyakan bagaimana daerah akan maju apabila aksi yang dilakukan menyasar pada sekolah, tenaga guru maupun tenaga kesehatan. Untuk itu, dia menegaskan bahwa semua perbuatan tersebut harus dihadapi dengan penegakan hukum.

“Dengan menyikapi kejadian ini, kami akan menambah perkuatan untuk membersihkan kelompok kriminal bersenjata dengan motif merdeka. Direktur Krimum sudah saya minta kirim tim inafis untuk melakukan olah TKP,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Mathius Fakhiri juga membantah soal ada distrik yang dikuasai. Menurutnya, pernyataan tersebut sengaja digunakan untuk menakut nakuti. “Mereka buat aksi dan memvideokan, ini seolah olah mereka menguasai padahal semua masih wilayah NKRI. Kami tidak mau terpancing dan ini memang ciri khas di Pegunungan Bintang, memvideokan, menyebut namanya, menyebut kelompoknya seolah – olah mereka ini raja di sana,” sindirnya.

“Ini kelompok baru, sempalan – sempalan dari Kiwirok dimana kalau kami kejar nanti mereka menjauh kemudian mengganggu di distrik lain dan kalau aparat lengah mereka masuk lagi,” tambahnya.

Disini Kapolda Fakhiri juga menyingung para pihak yang kadang masih membela kelompok – kelompok tersebut. Kapolda mengingatkan kepada pihak yang membela kelompok kriminal ini untuk tidak lagi berpendapat ada operasi militer ataupun operasi aparat. “Lalu yang suka menumpang atau bersembunyi  di kegiatan kelompok ini jangan lagi mengatakan ada pelanggaran HAM atau tindakan aparat yang berlebihan sebab semua terukur,” tutupnya. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

7 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

8 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

9 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

10 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

11 hours ago

Buron Selama 4 Hari, Pelaku Aniaya Kepsek di Mappi Akhirnya Diringkus

Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…

12 hours ago