Namun disatu sisi, Methodius mengungkap, KY juga mengalami kendala dalam efisiensi anggaran sehingga hanya melakukan pemantauan persidangan di Provinsi Papua sementara di provinsi lain pihaknya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pengadilan di wilayah setempat.
“Kami hanya hanya bisa lakukan pengawasan langsung di Pengadilan Jayapura, Agama, militer, dan PTUN,” katanya. Dan dari empat laporan terdapat ada tiga dugaan pelanggan KEEPH dan satu laporan masih di analisis dan divalidasi kelengkapan dokumen dan bukti,” tambahnya.
Selain itu, diperiode yang sama KY Papua diketahui telah menerima sebanyak 36 laporan masyarakat. Dari laporan tersebut beragam jenis perkara diantaranya; perkara yang tipikor, tindak pidana Pemilu, perkara sengketa tanah, perkara kursi pengakatan jalur Otsus, perkara kredit macet, perkara KDRT, perceraian, asusila dan lain sebagainya.
“Dari periode Januari hingga saat ini (Agustus) 2025 kami telah melakukan penanganan pengaduan laporan masyarakat (PLM) baik yang sifatnya konsultasitif dan audiensi sejumlah 36 laporan,” pungkasnya. Komisi Yudicial berharap dari catatan ini bisa menjadi masukan bagi para hakim untuk tetap teguh pada sumpah janji jabatan. (jim/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…